Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Perspektif Islam

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM — Pergantian Tahun Baru Masehi kerap di rayakan sebagai momentum refleksi dan perayaan. Dalam pandangan Islam, peringatan tersebut tidak di posisikan sebagai ibadah, melainkan bagian dari tradisi sosial yang hukumnya bergantung pada cara dan isi perayaannya.

Kajian keislaman yang di rujuk NU Online menyebutkan bahwa merayakan Tahun Baru Masehi tidak di larang secara mutlak. Kebolehan tersebut berlaku selama perayaan tidak di isi dengan perbuatan yang bertentangan dengan syariat, seperti hura-hura, konsumsi minuman keras, pergaulan bebas, tawuran, atau aktivitas lain yang melalaikan kewajiban agama.

Pandangan itu menempatkan perayaan tahun baru dalam ranah adat atau kebiasaan masyarakat, bukan ibadah mahdhah. Karena itu, penilaiannya tidak bersifat hitam-putih, melainkan di tentukan oleh nilai kemanfaatan dan dampak yang ditimbulkan.

Sejumlah ulama Al-Azhar, termasuk Mufti Agung Mesir Syekh Athiyyah Shaqr, berpandangan bahwa aktivitas bersenang-senang seperti makan, minum, dan berkumpul diperbolehkan selama tidak melampaui batas syariat dan tidak berangkat dari keyakinan akidah yang keliru. Ucapan selamat tahun baru juga di nilai tidak termasuk bid’ah tercela, selama tidak di yakini sebagai ritual keagamaan.

Di Indonesia, Nahdlatul Ulama mengimbau umat Islam menjadikan malam pergantian tahun sebagai ruang refleksi dan muhasabah. Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi mendorong masyarakat mengisi pergantian tahun dengan kegiatan sederhana dan bernilai ibadah, seperti dzikir, doa bersama, dan kebersamaan keluarga.

NU juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam euforia berlebihan yang bersifat konsumtif dan melalaikan. Islam, menurut para ulama, tidak menutup ruang kegembiraan, tetapi menolak sikap berlebih-lebihan yang berpotensi menimbulkan mudarat sosial maupun moral.

Dengan demikian, pergantian Tahun Baru Masehi dapat di maknai sebagai momentum evaluasi diri dan perbaikan niat, bukan sekadar perayaan seremonial. Islam menekankan agar setiap perayaan tetap berada dalam koridor syariat serta membawa kemaslahatan bagi diri sendiri dan masyarakat luas.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

3 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

5 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago