SUNGAI PENUH — Kondisi Jalan Puncak Batu Kurik–Sekungkung yang merupakan salah satu akses penting masyarakat di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh kembali menjadi sorotan.
Sejumlah titik pada ruas jalan tersebut terpantau mengalami kerusakan, bahkan terdapat beberapa lokasi bahu jalan tergerus dan sebagian badan jalan mulai teramplas/terkikis, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Soni salah seorang warga mengatakan bahwa Kondisi tersebuti membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas PUPR, khususnya untuk melakukan penanganan segera terhadap titik-titik yang mengalami longsoran dan pengikisan badan jalan.
Informasi yang di peroleh menyebutkan, Kepala Desa Sekungkung telah menyampaikan surat permohonan kepada pihak terkait agar di lakukan tindakan nyata terhadap sejumlah titik rawan tersebut. Salah satu usulan penanganan yang di sampaikan adalah pembangunan penahan tebing maupun bronjong pada lokasi yang mengalami pengikisan dan berpotensi mengancam konstruksi badan jalan.
Jangan Tunggu Badan Jalan Putus
Kerusakan bahu jalan dan badan jalan yang terus di biarkan berisiko berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar. Apalagi, ruas Puncak Batu Kurik–Sekungkung berada di kawasan yang memiliki kondisi medan dan kontur cukup berat.
Jika titik-titik yang mulai teramplas tidak segera di perkuat, terutama pada bagian tebing dan bahu jalan, bukan tidak mungkin kerusakan akan meluas dan pada akhirnya mengganggu akses masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jambi di harapkan tidak hanya melakukan penanganan setelah kerusakan menjadi parah. Pencegahan melalui penguatan tebing, pemasangan bronjong, perbaikan drainase dan pengamanan bahu jalan di nilai jauh lebih penting sebelum kerusakan berkembang menjadi putusnya badan jalan.
Jalur Alternatif yang Punya Nilai Ekonomi
Ruas Jalan Puncak Batu Kurik–Sekungkung bukan sekadar jalan penghubung antarkawasan. Ruas ini memiliki arti penting bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Soni mengatakan bahwa Jalur tersebut menjadi salah satu akses alternatif dari kawasan pesisir Sumatera Barat menuju wilayah Kerinci dan sebaliknya. Selain itu, jalan ini juga dimanfaatkan sebagai jalur angkutan hasil kegiatan ekonomi masyarakat dari kawasan Kayu Aro dan sekitarnya menuju wilayah pesisir Sumatera Barat.
“Dengan fungsi tersebut, kondisi jalan yang baik menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, pelaku usaha, petani, maupun pengangkut hasil produksi, “ujarnya
Kerusakan jalan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi dapat berdampak langsung terhadap waktu tempuh, biaya angkutan, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Surat Desa Jangan Berhenti di Meja Administrasi
Sumber media ini mengatakan Adanya surat permohonan dari Kepala Desa Sekungkung seharusnya menjadi pintu masuk bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk turun langsung melakukan pengecekan lapangan.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan jawaban administratif, tetapi aksi nyata di lapangan.
PUPR Provinsi Jambi di harapkan segera melakukan survei terhadap seluruh titik kerusakan, memetakan lokasi yang rawan longsor dan pengikisan, serta menentukan langkah penanganan sesuai tingkat kerusakannya.
Untuk titik yang mengancam badan jalan, penanganan seperti bronjong, retaining wall/penahan tebing, perkuatan bahu jalan dan sistem drainase perlu dipertimbangkan berdasarkan hasil kajian teknis.
LSM: Pemprov Jangan Menunggu Jalan Putus
Kondisi ini juga menjadi perhatian masyarakat dan organisasi masyarakat sipil yang mendorong agar Pemprov Jambi memberikan perhatian lebih terhadap ruas jalan tersebut.
Zulkipli salah seorang aktivis Kerinci mengatakan Pemerintah provinsi di minta memastikan bahwa jalan yang berstatus sebagai jalan provinsi tidak hanya tercatat dalam dokumen perencanaan, tetapi juga mendapatkan pemeliharaan dan penanganan nyata sesuai tingkat kebutuhan di lapangan.
“Jangan sampai pemerintah baru turun setelah badan jalan benar-benar putus. Kalau sekarang sudah terlihat bahu jalan terkikis dan beberapa bagian badan jalan mulai teramplas, justru ini momentum untuk melakukan tindakan pencegahan,”ungkap sumber media iini. (*)



















