Hurts akan menjalani pengobatan menggunakan pengencer darah yang di perkirakannya akan membuatnya harus beristirahat dan absen selama setidaknya tiga bulan. Agen Hurts, Nicole Lynn, bersama pihak Eagles telah merilis pernyataan resmi pada hari Senin yang merinci kondisi sang pemain. Lynn dan Eagles menyatakan bahwa Hurts mengalami deep vein thrombosis (trombosis vena dalam) serta bilateral pulmonary emboli (emboli paru bilateral), yang berarti gumpalan darah telah berpindah dari bagian kaki ke paru-parunya.
Kondisi ini berawal ketika Hurts di diagnosis menderita gumpalan darah superfisial (di permukaan), menurut pernyataan tim yang di rilis pada 15 Oktober lalu. Gumpalan tersebut di temukan melalui pemeriksaan USG di London sebelum pertandingan Pekan 5 Eagles melawan Jacksonville Jaguars. Saat itu, pihak tim menilai bahwa mobilitas masih penting dan Hurts dapat bermain dengan aman dalam pertandingan tersebut.
Namun, pemeriksaan USG lanjutan pada hari Rabu pekan lalu menunjukkan bahwa gumpalan darah tersebut telah berpindah. Akibatnya, Hurts harus absen dari pertandingan Pekan 6 melawan Carolina Panthers pada hari Minggu dan kini telah di masukkan ke dalam daftar cadangan cedera (injured reserve).
Penjelasan Medis Terkait Kondisi Gumpalan Darah
ESPN sempat berbicara dengan Dr. Jordan K. Schaefer, seorang profesor madya bidang penyakit dalam di University of Michigan yang mengkhususkan diri dalam gangguan hemostasis dan trombosis, untuk memahami lebih lanjut mengenai penyebab, pengobatan, serta pandangan medis bagi pasien pengidap gumpalan darah. (Catatan: Dr. Schaefer tidak merawat Hurts dan tidak terlibat dengan tim Eagles).
Menurut Dr. Schaefer, sekitar satu dari empat orang yang mengalami trombosis vena superfisial juga akan mengalami trombosis vena dalam (deep vein thrombosis). Ketika gumpalan superfisial berada dekat dengan sistem vena dalam, risikonya meningkat karena gumpalan tersebut dapat berpindah ke paru-paru dan memicu emboli paru yang berpotensi serius. Meskipun demikian, para atlet profesional terkadang tidak menunjukkan gejala yang parah karena tingkat kebugaran fisik mereka yang sangat baik.
Standar pengobatan bagi pasien dengan trombosis vena dalam dan emboli paru adalah penggunaan antikoagulan (pengencer darah) selama minimal tiga bulan sebelum di evaluasi kembali untuk rencana jangka panjang. Olahraga kontak fisik umumnya harus dihindari selama masa pengobatan ini karena tingginya risiko pendarahan.
Meskipun perjalanan jarak jauh merupakan salah satu faktor risiko yang di ketahui dapat memicu atau memperparah gumpalan darah, penanganan medis dan protokol pemulihan selanjutnya tetap di sesuaikan secara khusus dengan karakteristik masing-masing pasien.




















