Juknis MBG 2026 Terbit, Harga Porsi Berbasis Zonasi dan Vendor Wajib Gunakan Pangan Lokal

Juknis MBG 2026 Terbit, Harga Porsi Berbasis Zonasi dan Vendor Wajib Gunakan Pangan Lokal

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Pemerintah resmi menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026 yang membawa perubahan signifikan pada standar harga, komposisi menu, serta mekanisme pendaftaran vendor di seluruh Indonesia.

Dalam juknis terbaru yang di keluarkan Badan Gizi Nasional (BGN), anggaran MBG kini di sesuaikan berdasarkan zonasi kemahalan wilayah. Indonesia di bagi ke dalam tiga zona harga guna menjamin pemerataan kualitas gizi siswa, terutama di daerah dengan tantangan logistik tinggi.

Zona 1 meliputi Jawa dan Bali, Zona 2 mencakup Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, sedangkan Zona 3 meliputi Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Penyesuaian ini memungkinkan sekolah menunjuk penyedia lokal tanpa mengorbankan mutu menu.

Selain itu, juknis mewajibkan minimal 60 persen bahan pangan berasal dari produk lokal. Pemerintah melarang dominasi makanan olahan pabrik maupun frozen food impor, serta mendorong pemanfaatan sumber karbohidrat alternatif seperti jagung, ubi, sagu, dan singkong sesuai potensi daerah.

Untuk standar gizi, target kalori di sesuaikan dengan jenjang pendidikan. Anggaran per porsi berkisar dari Rp15.000 hingga Rp30.000, tergantung zona dan tingkat sekolah. Setiap menu wajib memuat karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta susu secara berkala.

Di sisi penyedia, vendor MBG 2026 di wajibkan memiliki NIB jasa boga, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, dan sertifikat halal. Proses pendaftaran di lakukan sepenuhnya secara daring melalui aplikasi nasional MBG yang terintegrasi dengan SIPLah, dengan sistem pembayaran cashless langsung ke rekening penyedia.

Pemerintah juga memperketat pengawasan melalui pelaporan digital harian dan inspeksi mendadak dapur produksi. Vendor yang melanggar standar gizi, sanitasi, atau ketepatan distribusi terancam sanksi hingga pemutusan kontrak.

Program MBG 2026 di harapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah melalui keterlibatan aktif UMKM dan petani lokal.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

1 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

2 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago