Kampung Ilegal Tersembunyi ditemukan di Malaysia, Ratusan WNI Ikut Diamankan

SIGNALBERITA.COM — Otoritas Malaysia mengungkap keberadaan tiga perkampungan ilegal tersembunyi di kawasan perkebunan kelapa sawit Setia Alam yang di huni ratusan pendatang asing tanpa izin, termasuk warga negara Indonesia (WNI).

Dalam operasi gabungan yang di gelar pada Jumat (3/4/2026) malam, aparat berhasil mengamankan 214 orang dari total 356 warga asing yang di periksa. Operasi ini melibatkan Jabatan Imigresen Malaysia, Polis Diraja Malaysia, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Petugas harus menempuh medan berat untuk mencapai lokasi. Tim bahkan berjalan kaki sejauh sekitar 400 meter di kawasan berbukit dalam kondisi gelap, dengan risiko menghadapi satwa liar berbisa di sekitar area.

Meski berada di lokasi terpencil, perkampungan tersebut di ketahui memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Di dalamnya terdapat tempat ibadah, warung kelontong, serta pasokan kebutuhan seperti gas bersubsidi, bahan bakar diesel, hingga akses listrik dan air.

Selain itu, petugas juga menemukan kandang ayam yang di duga di gunakan untuk aktivitas sabung ayam, serta jalur-jalur kecil yang di yakini sebagai “jalur tikus” untuk melarikan diri saat terjadi penggerebekan.

Direktur Imigrasi Selangor, Khairrul Aminus Kamaruddin, mengungkapkan bahwa perkampungan ilegal tersebut di perkirakan telah berdiri selama 5 hingga 9 tahun.

“Secara keseluruhan kami memeriksa 356 warga asing dan menahan 214 orang yang di duga sebagai pendatang tanpa izin,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari 120 laki-laki, 65 perempuan, serta 29 anak-anak dengan rentang usia mulai dari satu bulan hingga 80 tahun. Para pendatang di ketahui berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Myanmar, Bangladesh, India, Pakistan, dan Sri Lanka.

Sebagian besar penghuni di sebut bekerja sebagai buruh dan pekerja pembersihan di sekitar kawasan perkebunan. Otoritas juga menduga adanya pihak tertentu yang berperan sebagai pengelola kampung, yang memungut biaya sewa dari para penghuni.

Penemuan ini kembali menyoroti kompleksitas persoalan imigrasi ilegal di Malaysia, sekaligus menunjukkan adanya sistem permukiman terorganisasi yang mampu bertahan selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi aparat.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

3 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago