Sungai Penuh | Sebagai upaya memperkuat pengawasan keimigrasian dan meningkatkan partisipasi masyarakat, Kantor IKANTOR IMIGRASI KERINCI HADIRKAN INOVASI “DEKAT OA” UNTUK PERKUAT DETEKSI DINI KEBERADAAN ORANG ASINGmigrasi Kelas II Non TPI Kerinci menghadirkan inovasi DEKAT OA (Deteksi Keberadaan Orang Asing Terintegrasi) sebagai media pelaporan kolaboratif yang mudah diakses masyarakat.
Inovasi ini hadir dari kebutuhan untuk membangun pengawasan orang asing yang tidak hanya mengandalkan pemantauan petugas, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai sumber informasi awal terkait keberadaan dan aktivitas Warga Negara Asing (WNA) di lingkungan sekitar.
Masyarakat yang menemukan keberadaan atau aktivitas WNA terkadang masih mengalami kendala dalam menyampaikan informasi kepada Kantor Imigrasi, terutama karena menganggap proses pelaporan harus dilakukan secara langsung dan membutuhkan waktu.
Melalui DEKAT OA, masyarakat dapat menyampaikan informasi secara lebih mudah dengan memindai QR Code atau mengakses tautan singkat (short link) resmi yang terhubung dengan formulir elektronik. Masyarakat cukup mengisi informasi berupa lokasi, jumlah, dan aktivitas WNA, kemudian mengirimkan laporan.
Informasi yang diterima akan terekapitulasi secara sistematis dalam database dan dapat menjadi bahan informasi awal bagi petugas dalam melaksanakan deteksi dini serta pengawasan keimigrasian sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Ikhsan Yusuf, menjelaskan bahwa DEKAT OA merupakan pemanfaatan teknologi untuk mempermudah masyarakat dalam berpartisipasi pada pengawasan orang asing.
“Melalui DEKAT OA, masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai keberadaan atau aktivitas orang asing dengan mudah tanpa harus datang langsung ke kantor. Informasi tersebut menjadi bahan pendukung bagi petugas dalam melakukan deteksi dini dan pengawasan keimigrasian,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan masyarakat serta mewujudkan pengawasan orang asing yang lebih efektif, responsif, dan berbasis teknologi.(*)



















