SIGNALBERITA.COM — Pemerintah Iran mengizinkan kapal-kapal pengangkut kebutuhan pokok melintasi Selat Hormuz menuju pelabuhan mereka, setelah sebelumnya jalur tersebut di batasi akibat meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Laporan kantor berita Tasnim yang di kutip Reuters menyebutkan, otoritas Iran mengeluarkan surat resmi yang memperbolehkan kapal bermuatan bahan pokok memasuki wilayah pelabuhan melalui jalur strategis tersebut.
Dalam kebijakan itu, kapal yang hendak menuju pelabuhan Iran, termasuk yang berada di Teluk Oman, di wajibkan berkoordinasi dengan otoritas setempat dan mengikuti protokol pelayaran yang di tetapkan.
Sebelumnya, Iran menutup akses Selat Hormuz dan hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu untuk melintas. Padahal, selat ini merupakan jalur vital perdagangan energi global yang di lalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia atau sekitar 15 juta barel per hari.
Pembatasan tersebut berdampak pada lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah dunia naik dari kisaran US$70 menjadi sekitar US$120 per barel. Sementara itu, harga gas alam acuan Eropa (TTF) meningkat dari sekitar 30 euro menjadi 60 hingga 70 euro.
Di sisi lain, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sempat merencanakan pemungutan suara atas resolusi yang di ajukan Bahrain untuk melindungi pelayaran komersial di kawasan Selat Hormuz. Namun, agenda tersebut di tunda hingga pekan depan tanpa kepastian tanggal.
Sejumlah negara, termasuk China dan Rusia, di laporkan menolak usulan tersebut karena di nilai berpotensi memperburuk situasi di kawasan.***








