Kasus Hipertensi di Sungai Penuh Masih Tinggi, Ini Indikator Penyebabnya

SIGNALBERITA.COM – Penyakit Hipertensi menjadi kasus yang banyak di tangani di Dinas Kesehatan kota Sungai Penuh, sepanjang tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Sungai Penuh melalui Kepala Bidang Pelayanan, Yefrizal, menjelaskan bahwa hipertensi tercatat sebanyak 809 kasus atau sekitar 29,73 persen dari total laporan penyakit di wilayah tersebut.

“Penyakit dengan jumlah kasus terbanyak masih di dominasi hipertensi. Sementara urutan kedua adalah faringitis (radang tenggorokan) dengan 354 kasus atau sekitar 12,05 persen,” ujar Yefrizal.

Selain hipertensi dan faringitis, beberapa penyakit lain yang juga banyak di derita masyarakat antara lain gastritis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta sejumlah penyakit umum lainnya.

Berdasarkan beberapa sumber yang di peroleh beberapa indikator penyebab Hipertensi di antaranya :

Faktor Gaya Hidup

  • Pola Makan Tidak Sehat: Mengonsumsi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan makanan olahan dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentari membuat pembuluh darah kurang elastis, memaksa jantung bekerja lebih keras.
  • Stres Berkepanjangan: Stres dapat memicu produksi hormon yang menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung secara kronis.
  • Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebih: Nikotin dalam rokok merusak dinding pembuluh darah, sementara alkohol dapat menyempitkan pembuluh darah.
  • Obesitas: Berat badan berlebih meningkatkan beban kerja jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
    Kurang Tidur: Sulit tidur atau kurang tidur dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Faktor Keturunan dan Medis

  • Genetik/Keturunan: Riwayat hipertensi dalam keluarga dapat meningkatkan risiko Anda.
  • Usia: Risiko hipertensi cenderung meningkat seiring pertambahan usia, terutama pada usia lebih dari 64 tahun.
  • Kondisi Medis: Penyakit seperti diabetes dan gangguan ginjal dapat meningkatkan risiko hipertensi karena merusak pembuluh darah atau mengganggu regulasi cairan tubuh.
  • Gangguan Hormon: Gangguan kelenjar tiroid dapat memengaruhi produksi hormon yang berperan dalam mengatur tekanan darah.
  • Kehamilan: Hipertensi bisa terjadi saat kehamilan, di sebut hipertensi gestasional, yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Apa yang Harus Dilakukan

Lakukan perubahan gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan, berolahraga teratur, dan mengelola stres.
Hindari atau kurangi konsumsi garam, alkohol, dan makanan olahan.
Berhenti merokok.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendeteksi penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat, terutama jika tekanan darah tidak turun meski sudah mengubah gaya hidup.(Fra)

Redaksi SB

Recent Posts

Wawako Azhar Hadiri HUT ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat

JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…

3 menit ago

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

3 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

4 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

5 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago