Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Tebo, DPRD Minta Perusahaan dan Pejabat Tak Gunakan Gas Subsidi

TEBO, SIGNALBERITA.COM – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Tebo menjadi perhatianKetua serius Komisi III DPRD Kabupaten Tebo. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Tebo, Dimas Cahya Kusuma, mengimbau perusahaan-perusahaan serta para pejabat di Kabupaten Tebo untuk tidak menggunakan gas subsidi yang di peruntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut Dimas, elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi pemerintah yang secara regulasi diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Karena itu, penggunaannya harus tepat sasaran agar tidak menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.

“Kami menghimbau dengan tegas kepada seluruh perusahaan dan para pejabat di Kabupaten Tebo agar menggunakan elpiji non-subsidi. Gas 3 kilogram adalah hak masyarakat kecil dan tidak selayaknya digunakan oleh pihak yang secara ekonomi mampu,” tegas Dimas saat di konfirmasi media ini, Rabu (11/02/2026).

Sebagai mitra kerja Pertamina dan Migas, Komisi III DPRD Tebo juga akan melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penyaluran elpiji subsidi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan Pertamina dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Tebo, Liga Marisa, menambahkan bahwa imbauan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas.

Ia menjelaskan bahwa sesuai Pasal 3 dan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, elpiji 3 kg merupakan LPG tertentu yang diberikan subsidi dan diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro.

Selain itu, lanjutnya, dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Permen ESDM Nomor 28 Tahun 2021, ditegaskan bahwa LPG tabung 3 kg hanya diperuntukkan bagi konsumen tertentu dan penggunaannya harus tepat sasaran.

“Artinya secara regulasi sudah sangat jelas bahwa perusahaan besar maupun pejabat yang secara ekonomi mampu tidak termasuk dalam kategori penerima LPG subsidi 3 kilogram. Jika digunakan di luar ketentuan, maka itu tidak sesuai peruntukannya,” ujar Liga Marisa.

Ketua Fraksi Golkar ini juga menegaskan, bahwa DPRD Tebo akan terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga serta pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

DPRD Tebo berharap dengan adanya kesadaran dari perusahaan dan pejabat untuk beralih ke elpiji non-subsidi, ketersediaan gas 3 kilogram bagi masyarakat kecil di Kabupaten Tebo dapat kembali stabil dan tidak lagi terjadi kelangkaan. (Tim)

Redaksi SB

Recent Posts

BMKG Sebut Bukan Kabut Asap tapi Kabut Uap Air.

Kerinci - Kabut yang terlihat dan menyelimuti wilayah kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh bukanlah yang…

1 jam ago

Kabut Asap Mulai Selimuti Kerinci dan Sungai Penuh

Kerinci - Kabut Asap mulai selimuti wiakyah  wilayah kabupaten Kerinci dan sungai Penuh, pemandangan pegunungan…

2 jam ago

Sungai Bungkal di Tengah Kota Sungai Penuh Dipenuhi Rumput, Warga Minta Segera Dinormalisasi

SUNGAI PENUH – Sungguh miris Kondisi Sungai Bungkal yang berada di tengah Kota Sungai Penuh,…

2 jam ago

Korupsi APBDes 2020-2021, Mantan Kades Muara Emat Dituntut 3,5 Tahun Penjara

JAMBI – Mantan Kepala Desa Muara Emat, Kabupaten Kerinci, Jasman, dituntut 3 tahun 6 bulan…

4 jam ago

Timnas Indonesia Alih Fokus ke FIFA ASEAN Cup 2026, Berpeluang Turunkan Skuad Terbaik

SB - Timnas Indonesia mengalihkan fokus ke FIFA ASEAN Cup 2026 setelah gagal memenuhi target…

6 jam ago

ChatGPT Gratis Mulai Dapat GPT-5.6 Luna dan Fitur Think

Jakarta, Signalberita.com — OpenAI mulai memperluas akses GPT-5.6 kepada pengguna ChatGPT. Pengguna paket Free dan…

6 jam ago