JAKARTA, Signalberita.com — Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu forum penting dalam perjalanan organisasi. Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah istilah khusus yang kerap di gunakan dan mungkin belum familiar bagi masyarakat luas.
Melalui informasi yang di bagikan NU Creative Media, terdapat beberapa istilah yang perlu di ketahui untuk memahami rangkaian Muktamar NU.
Istilah Dalam Mukhtamar NU
Berikut istilah-istilah tersebut:
1. Muktamirin
Muktamirin merupakan peserta resmi Muktamar NU. Mereka berasal dari utusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang memiliki hak suara dalam forum Muktamar.
2. Romli
Romli merupakan singkatan dari Rombongan Lillahi Ta’ala. Istilah ini merujuk pada warga NU dari berbagai kalangan yang turut hadir dan memeriahkan pelaksanaan Muktamar NU. Jumlahnya dapat mencapai puluhan hingga ratusan ribu orang.
3. AHWA
AHWA adalah singkatan dari Ahlul Halli wal Aqdi. Dalam Muktamar NU, AHWA merupakan majelis yang beranggotakan sembilan ulama khusus.
Majelis tersebut bermusyawarah untuk menentukan sosok pemimpin tertinggi NU.
4. Rais Aam
Rais Aam merupakan pemimpin tertinggi dalam struktur organisasi NU. Posisi tersebut di pilih melalui mekanisme AHWA dan memiliki peran penting dalam kepemimpinan keagamaan di lingkungan NU.
Istilah Rais Aam juga berkaitan dengan sejarah kepemimpinan NU, yang sebelumnya di emban oleh salah satu pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
5. Bahtsul Masail
Bahtsul Masail merupakan forum yang mempertemukan para ahli dan ulama untuk membahas berbagai persoalan berdasarkan perspektif hukum Islam.
Forum ini menjadi salah satu wadah penting bagi NU dalam membahas persoalan keagamaan dan memberikan pandangan terhadap berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat.
6. Tower
Tower merupakan istilah yang di gunakan untuk menyebut sembilan lokasi kawasan penginapan yang disediakan bagi para muktamirin selama pelaksanaan Muktamar.
Dengan memahami istilah-istilah tersebut, masyarakat di harapkan dapat lebih mudah mengikuti berbagai informasi mengenai Muktamar NU dan memahami istilah yang di gunakan selama kegiatan berlangsung.




















