Melihat Museum Termegah Jambi di Danau Kerinci

Minim Benda Cagar Budaya dan Kurang Pengunjung

Museum Kerinci merupakan salah satu museum termegah di provinsi Jambi, sekarang menjadi Icon Kabupaten Kerinci, bagaimana kondisinya? Berikut laporan Signal Berita langsung dari Museum. 

Musium dari luar

Satu-satunya museum termegah yang dimiliki oleh Provinsi Jambi adalah Museum Kerinci, Museum ini letaknya di kawasan Wisata Danau Kerinci, Sanggarang Agung, Kabupaten Kerinci.

Museum ini telah dibuka  untuk umum sejak 5 November 2018 lalu, keberadaan Museum Kerinci dapat  berperan dalam melestarikan peninggalan Benda Cagar Budaya (BCB) yang banyak terdapat pada masyarakat Kerinci,

Signal Berita mencoba menelusuri keberadaan Museum yang menghabiskan anggaran APBN sebesar 15 Miliar tersebut. Sekitar pukul 11.00 wib kru signal berita sampai di Museum Kerinci, jika dipandang dari luar Museum Kerinci wajar menjadi salah satu Ican Kabupaten Kerinci dan museum termegah di Provinsi Jambi. Berlahan kami mencoba masuk kehalaman samping dari gedung tersebut karena memang pintu gerbang masuk ke halaman gedung Museum berada di samping kiri dari gedung museum tersebut.

Kedatangan Kami pun disambut oleh  salah seorang staf dari Dinas Pariwisata yang ditugaskan menjaga gedung tersebut, bapak Toha, itulah panggilan staf dari Dinas Pariwisata yang menjaga gedung tersebut.

Menurut cerita pak Toha,  gedung Museum tersebut dibuka sejak hari Senin sampai hari Jumat dan itu terbuka untuk umum terutama di jam kantor, menurutnya sebagian besar tamu yang datang adalah mahasiswa yang sedang melakukan studi dan datang untuk penelitian, sementara masyarakat umum masih belum ramai yang datang.

Menurut pak Toha,  bahwa benda-benda cagar budaya yang terdapat di dalam Museum masih belum seberapa jika dibandingkan dengan yang berada di tengah masyarakat Kerinci, masih sangat banyak benda-benda bersejarah yang belum bisa di pajang didalam gedung museum ini dikarenakan terbatasnya anggaran, kata pak tiga bercerita kepada Signal Berita.

Tulisan aksara Incung

Setelah mendengarkan sedikit cerita dari pak Toha Kami pun naik ke lantai dua dari gedung melalui anak tangga yang tepat di depan gedung tersebut, Sampai  di lantai dua dari gedung termegah tersebut. Kami pun di minta oleh pak Toha, mengisi buku tamu yang telah tersedia dimeja. Dilihat dari buka tamu ternyata museum ini sering dikunjungi oleh para Mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia telihat jelas ada yang datang dari Jambi, Sumatra Barat, dan beberapa kampus lain di indonesia.

Dari pantauan Signal Berita tidak jauh dari meja tamu, terdapat Satu Batu yang disebut pak Toha sebagai batu Goong.”ini batu Gong hanya Replika aslinya tidak boleh dibawa kesini oleh masyarakat, kata Pak Toha.

Duplikat Batu

Selain batu Goong juga terlihat replika lainnya seperti Miniatur “bilik” bangunan yang dibangun di depan rumah lahik dan digunakan penyimpanan padi oleh masyarakat Kerinci, kemudian “Jaja” Jaja ini sejenis alat untuk membajak sawah yang ditarik oleh Sapi atau Kerbau yang biasa digunakan oleh petani juga berada tidak jauh dari Meja Tamu  dari Museum Kerinci.

Signal Berita kemudian masuk keruangan banyak sekali Replika baik berupa benda atau dalam bentuk Poto yang terpampang di tiap dinding dari ruang museum, yang menjadi menarik adalah adanya tulisan Rencong Tanjung Tanah, yang menurun pak Toha adalah tamu baru yang mengisi Museum Kerinci, hanya saja butuh ahli yang bisa menjelaskan makna dari tulisan. Rencong Tanjung Tanah tersebut.

Kemudian dari pantauan didalam ruang juga terdapat berupa fasilitas masal tempo dulu yang dipajang dalam kaca, kemudian juga terlihat beberapa pakaian adat Kerinci, selain itu juga terdapat pecahan gerabah. “Ini pecahan gerabah,” kata pak Toha,menunjuk ke arah dalam kaca.

Untuk diketahui bahwa Gedung Museum Kerinci diresmikan pada 5 November 2018, sedangkan perencanaan pembangunan dan evaluasi Museum Kerinci sudah dilakukan sejak 29-31 Agustus tahun 2015, pada tahun 2015 pembangunan Museum Kerinci memasuki pembangunan tahap kedua dan tahap ketiga yang dipegang tanggung jawabnya oleh PT. Eka Putri, pembangunan tahap ketiga ini berupa tahap pembangunan berupa penambahan atap, Plafon, Plaster

dinding lantai dua luar dan dalam, pemasangan kusen jendela dan pintu dan

pekerjaan lain. Pembangunan Museum hingga ke tahap ketiga ini memakan

biaya APBN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak Rp. 9  Miliar. Pembangunan Museum Kerinci yang memakan anggaran APBN

kurang lebih Rp. 15 miliar ini sudah diselesaikan pada tahun 2017.(*)

Redaksi SB

Recent Posts

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

24 menit ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

2 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

5 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago

Atari Bangkit dari Masa Sulit, Raup Keuntungan Berkat Strategi Game Klasik

JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…

6 hari ago