Pegang Prinsip Tegas Dalam Hidupnya, Mochtar Riady Pecat Anak Kandungnya

SIGNALBERITA.COM – Di balik kesuksesannya membangun salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia, Mochtar Riady, pendiri Lippo Group, di kenal sebagai sosok yang disiplin dan berpegang teguh pada prinsip. Bahkan, demi mempertahankan integritas dalam bisnis, ia pernah memecat anak kandungnya sendiri, Andrew Riady, karena satu kesalahan yang menurutnya tak bisa di toleransi.

Kisah ini terungkap dalam sebuah wawancara yang di unggah akun Instagram @fyifact, di mana Mochtar Riady secara terbuka menceritakan peristiwa itu.

“Suatu hari aku masuk ke ruangan anakku, dan aku menemukan komputer berisi informasi soal forex. Bagiku, ini adalah spekulasi,” ujar Mochtar Riady.

Temuan itu membuatnya kecewa. Bagi Mochtar, aktivitas trading forex dan investasi spekulatif adalah hal yang berisiko dan bertentangan dengan nilai-nilai bisnis jangka panjang yang sehat. Tanpa ragu, ia pun mengambil langkah tegas: memecat Andrew dari perusahaan.

Keputusan tersebut sontak menimbulkan reaksi di kalangan rekan bisnisnya. Banyak yang menilai langkah sang konglomerat terlalu keras. Namun, Mochtar tetap tak bergeming.

“Ada yang bilang, kenapa kamu memecat Andrew? Dia kan sangat mahir, ini masalah kecil, tidak perlu sampai di pecat,” cerita Mochtar menirukan ucapan mereka.

“Aku bilang tidak. Ini sangat berbahaya. Andrew harus keluar dan jangan lagi terlibat di bank,” tegasnya.

Tindakan itu menunjukkan betapa tinggi komitmen Mochtar terhadap etika dan kehati-hatian dalam dunia keuangan. Ia percaya bahwa bisnis yang sehat di bangun di atas kepercayaan dan stabilitas, bukan spekulasi dan keuntungan instan.

Kisah Hidup dan Perjalanan Karier Mochtar Riady

Lahir di Malang, Jawa Timur, pada 12 Mei 1929, dengan nama Tionghoa Lie Moe Tie, Mochtar Riady di kenal luas sebagai “Bapak Perbankan Indonesia.”
Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang menjalankan usaha perdagangan batik, sebelum akhirnya merantau dan meniti karier di dunia perbankan.

Perjalanan panjangnya dimulai dari posisi rendah di Bank Kemakmuran hingga memimpin Bank Panin pada 1971—hasil merger beberapa bank kecil. Ia juga sempat berperan penting dalam pengembangan Bank Central Asia (BCA) sebelum membangun Lippo Group, konglomerasi yang kini bergerak di berbagai sektor seperti properti, kesehatan, pendidikan, dan keuangan.

Di balik kesuksesan itu, Mochtar tetap di kenal sebagai sosok sederhana dan berprinsip. Ia menolak keras segala bentuk praktik yang di anggapnya menyimpang dari nilai-nilai keuangan konservatif.

Pandangan Hidup dan Prinsip yang Teguh

Dalam berbagai kesempatan, Mochtar kerap menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Meski telah berusia lanjut, ia masih aktif membicarakan perkembangan ekonomi digital dan perubahan global.

“Baca buku yang banyak,” katanya dalam wawancara bersama Kompas.id (13/5/2019).

“Hampir semua perubahan zaman di pengaruhi oleh teknologi. Pandai-pandailah melihat perubahan teknologi, perubahan politik, dan perubahan ekonomi.”

Mochtar mengaku banyak belajar dari para pemikir dunia seperti Alvin Toffler, Peter Drucker, dan John Naisbitt. Buku-buku itulah yang membentuk cara pandangnya dalam menghadapi perubahan zaman dengan tetap menjaga nilai moral dan integritas.

Warisan Bisnis dan Kekayaan

Kini, pada usia 95 tahun, Mochtar Riady masih menjadi figur berpengaruh dalam dunia bisnis Indonesia.
Menurut laporan Forbes (Desember 2024), kekayaannya mencapai 2,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 33,6 triliun, menempatkannya di posisi ke-25 orang terkaya Indonesia dan ke-2152 di dunia.

Meski tak lagi memimpin secara langsung, kendali operasional Lippo Group kini di teruskan oleh anak-anaknya, James Riady dan Stephen Riady. Di bawah kepemimpinan generasi baru, kerajaan bisnis keluarga ini terus berkembang di sektor properti, ritel, kesehatan, dan media.

Teladan bagi Generasi Bisnis Indonesia

Kisah Mochtar Riady yang tidak ragu menegakkan prinsip bahkan kepada keluarganya sendiri menjadi pelajaran berharga tentang arti integritas dalam dunia bisnis.
Bagi Mochtar, kesuksesan sejati bukan hanya soal kekayaan, melainkan juga tentang menjaga kepercayaan, prinsip, dan moralitas dalam setiap langkah usaha.(Tim)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

3 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago