Nuansa Mistik Tari Niti Mahligai dan Warisan Leluhur
SIGNALBERITA.COM – Desa Siulak Mukai, Kecamatan Mukai Tengah, Kabupaten Kerinci, Jambi, terus melestarikan tari tradisional warisan leluhur, yang di sebut dengan “Niti Mahligai”.
Tarian ini tak hanya memikat penonton dalam negeri, tetapi juga mancanegara karena nuansa mistis dan kharisma yang di tampilkan.
Bagi masyarakat, Tari Niti Mahligai bukan sekadar hiburan, melainkan wujud pelestarian tradisi leluhur yang sarat makna.
Dalam penampilannya, para penari perempuan memasuki arena dengan panduan seorang pawang. Penonton meyakini pawang memanggil roh leluhur untuk merasuki penari.
Acara di buka oleh hulu balang dengan membawa api kemenyan, kemudian para pesilat mempertontonkan atraksi senjata tajam sebelum tarian di mulai.
Penari menampilkan gerakan lembut khas Kerinci yang memukau mata penonton. Selain itu, di tampilkan pula atraksi ekstrem seperti meniti pecahan kaca, menari di atas bara api, menginjak ujung pedang runcing, berdiri di atas daun kelor, melangkah di atas mangkuk, bambu, paku, hingga berjalan di atas batang pisang bertelur.
Dalam beberapa adegan, penari bahkan di tusuk tombak, namun tetap berdiri tanpa luka, seolah kekebalan tubuhnya justru membuat senjata patah.
Tokoh adat dan budaya Tanah Sekudung Siulak, Andi Yalmi, menjelaskan bahwa Kerinci di kenal dengan julukan “sekepal tanah surga” berkat kekayaan alam dan budayanya.
“Kami menampilkan Tari Niti Mahligai pada upacara adat Blian Salih, kenduri Sko, dan penyambutan tamu agung. Tarian ini memiliki nilai religius yang kuat,” ujar Andi Yalmi.
Masyarakat Siulak memaknai Niti Mahligai sebagai perjalanan menuju tempat yang lebih tinggi dan mulia.
Kini, Tari Niti Mahligai tetap di pertahankan masyarakat Kerinci dan kerap di tampilkan dalam berbagai acara besar, baik di Jambi maupun di luar negeri. Tarian ini menjadi simbol keberanian, identitas budaya Kerinci.(***)








