Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Ini Syaratnya Penghapusan

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM — Kabar gembira bagi warga yang mengalami tunggakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah berencana menghapus sebagian tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang nilainya mencapai lebih dari Rp10 triliun. Langkah ini di tujukan untuk membantu peserta dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar kembali bisa mengakses layanan kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, kebijakan penghapusan tunggakan atau pemutihan ini di berikan bagi peserta yang benar-benar tidak mampu.

“Menagih terus kepada mereka yang tidak punya kemampuan membayar tidak efektif. Tujuannya agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa kembali menikmati layanan kesehatan,” kata Ali Ghufron, Jumat (24/10/2025).

Data BPJS Kesehatan mencatat sekitar 23 juta peserta masih menunggak iuran, mayoritas dari kelompok pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri. Pemerintah menilai langkah ini juga penting untuk membersihkan catatan piutang macet dalam sistem keuangan BPJS yang sulit ditagih.

Syarat Penghapusan

Kebijakan ini tidak berlaku bagi semua penunggak. Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria, di antaranya:

  • Peserta telah beralih status menjadi penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN atau pemerintah daerah.
  • Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
  • Pemutihan hanya berlaku untuk tunggakan maksimal 24 bulan; selebihnya tetap wajib dilunasi.

Bagi peserta yang tidak memenuhi syarat, BPJS menyediakan program cicilan (REHAB) untuk pelunasan bertahap hingga 12 bulan.

Dampak dan Pembiayaan

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp20 triliun dalam APBN 2026 untuk menutup sebagian beban tunggakan tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah ini sebagai bagian dari reformasi tata kelola jaminan sosial agar lebih berkeadilan.

“Langkah ini memperbaiki keseimbangan keuangan BPJS sekaligus menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Selain memulihkan kepesertaan, penghapusan tunggakan ini di harapkan menurunkan angka masyarakat tidak aktif BPJS dan meningkatkan kepatuhan iuran di masa mendatang.

BPJS juga memperkuat layanan digital seperti Mobile JKN dan PANDAWA, serta mempercepat implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) mulai 2025.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

1 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

2 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

3 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago