Penyebab Batalnya Siswa SDN 11 Kerinci Tampil pada Pawai Kabupaten Dipertanyakan

KERINCI, SB – Pasca Polemik batalnya siswa SDN 11 Kecamatan Danau Kerinci dalam mengikuti pawai Barisan Indah atau karnaval HUT RI ke-80 tingkat Kabupaten Kerinci makin memanas.

Setelah sebelumnya di kaitkan dengan ketiadaan instruksi resmi dari pihak kecamatan melalui Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)

Mencuat Soal Anggaran

Kini mencuat dugaan baru, anggaran tidak ada di sebut-sebut menjadi alasan utama di balik batalnya keberangkatan siswa sekolah tersebut.

Padahal, SDN 11 Danau Kerinci tampil elegan dan penuh atraksi di tingkat kecamatan dan berhasil meraih juara satu. Fakta ini seharusnya menjadi tiket otomatis bagi mereka untuk mewakili kecamatan di ajang kabupaten. Namun, realitas berkata lain. Harapan siswa, guru, dan orang tua kandas begitu saja.

Mirisnya lagi, penampilan siswa di tingkat kecamatan berlangsung dengan segala keterbatasan. Mereka harus di angkut menggunakan mobil pickup yang disebut – sebut milik Kepala Sekolah. Pengorbanan itu di lakukan demi mengibarkan nama sekolah dan kecamatan, meski tanpa dukungan fasilitas memadai.

“Anak-anak sudah bangga bisa juara, mereka semangat sekali. Tapi akhirnya kecewa berat karena tidak jadi berangkat. Katanya tidak ada perintah resmi, sekarang ramai muncul isu tidak ada anggaran. Jadi mana yang benar? Kalau begini, yang di korbankan kan anak-anak,” keluh salah seorang wali murid kepada awak media.

Ketua KKKS Bungkam

Situasi makin janggal ketika Ketua KKKS Kecamatan Danau Kerinci memilih bungkam saat di konfirmasi wartawan, Senin malam (18/08/2025). Sikap diam ketua KKKS ini justru memperkuat kecurigaan publik bahwa benar ada masalah terkait ketiadaan anggaran.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 11 mengakui tidak pernah menerima instruksi tertulis dari pihak KKKS mengenai keikutsertaan di tingkat kabupaten, selain itu ia juga mengatakan faktor keamanan siswa juga menjadi pertimbangan penting.

“Lokasi pawainya jauh, nanti siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa dengan siswa? Tanpa adanya instruksi dan dukungan resmi, kami tidak berani ambil risiko, saya sudah berkali – kali menghubungi ketua KKKS, namun tidak ada jawaban, intinya tidak ada yang menginginkan kami menang,” jelasnya.

Disisi lain, kekecewaan masyarakat pun semakin memuncak. Syafri salah satu aktivis di Kerinci menilai kasus ini sebagai bentuk pembiaran terhadap prestasi anak didik. Ia menilai alibi yang dilontarkan kepala sekolah itu sama sekali tidak masuk akal.

“Sangat janggal, alasan Kepsek tidak menerima perintah resmi dari ketua KKKS. Ini bukan sekadar soal pawai, ini tentang menghargai usaha siswa. Jika benar karena anggaran, itu jelas memalukan. Pemerintah seharusnya tanggap, bukan malah melempar tanggung jawab,” ujarnya.

Ajang pawai Barisan Indah atau karnaval kemerdekaan sejatinya bukan hanya seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah pembinaan karakter, sportivitas, kerja sama, dan kebanggaan daerah. Sayangnya, bagi siswa SDN 11 Danau Kerinci, pengalaman itu berubah menjadi luka bagi paea siswa – siswi.

Pertanyaannya, sampai kapan birokrasi yang carut-marut ini akan terus mengorbankan semangat dan prestasi anak-anak? Dan apakah wajar sebuah kemenangan di tingkat kecamatan justru kandas hanya karena anggaran yang tak kunjung jelas?. (Fra)

Redaksi SB

Recent Posts

Wawako Azhar Hadiri HUT ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat

JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…

17 menit ago

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

3 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

4 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

5 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago