JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Olahraga tenis meja di kenal sebagai salah satu cabang yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan refleks tinggi. Kini, para insinyur berhasil menciptakan robot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu menyaingi bahkan mengalahkan pemain manusia.
Robot bernama Ace, yang di kembangkan oleh Sony AI, menunjukkan performa impresif saat diuji melawan sejumlah pemain tenis meja.
Dalam uji coba tersebut, Ace menghadapi pemain amatir tingkat elit yang rutin berlatih hingga 20 jam per minggu. Hasilnya, robot ini mampu memenangkan sejumlah pertandingan, menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan robot untuk olahraga cepat dan interaktif.
Gabungan Sensor Cepat dan AI Canggih
Keunggulan Ace terletak pada kemampuannya menggabungkan teknologi penginderaan berkecepatan tinggi, pengambilan keputusan berbasis AI, serta kontrol robotik yang presisi.
Menurut Peter Dürr, penelitian ini membuktikan bahwa robot otonom kini mampu bersaing dalam olahraga kompetitif, bahkan menyamai atau melampaui kecepatan reaksi manusia.
“Tenis meja adalah permainan yang sangat kompleks, membutuhkan keputusan dalam sepersekian detik. Terobosan ini membuka peluang besar bagi pengembangan robot yang mampu berinteraksi secara real-time dengan manusia,” ujarnya.
Cara Kerja Robot Ace
Ace dirancang dengan tiga komponen utama. Pertama, sistem persepsi yang memungkinkan robot mendeteksi dan melacak bola, termasuk membaca putaran (spin) yang memengaruhi arah pantulan.
Kedua, sistem “otak” AI yang dilatih melalui simulasi virtual untuk menentukan strategi pukulan secara langsung, tanpa bergantung pada program statis.
Ketiga, lengan robotik berkecepatan tinggi dengan delapan sendi yang mampu menggerakkan bet secara akurat dan responsif dalam waktu singkat.
Uji Lawan Pemain Profesional
Dalam pengujian, Ace bertanding melawan tujuh pemain manusia, termasuk atlet profesional Jepang, Minami Ando dan Kakeru Sone.
Secara keseluruhan, Ace memainkan 13 pertandingan melawan pemain amatir elit dan berhasil memenangkan tujuh di antaranya. Namun, saat menghadapi pemain profesional, performanya masih terbatas dengan hanya satu kemenangan dari tujuh pertandingan.
Meski belum sepenuhnya mengungguli manusia di level tertinggi, kemampuan Ace dinilai melampaui robot tenis meja sebelumnya.
Langkah Besar Menuju Robot Masa Depan
Pengembangan Ace merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya milik Sony AI, yaitu Gran Turismo Sophy yang sukses mengalahkan pemain manusia dalam gim balap.
Meski performanya belum setara dengan AI virtual seperti AlphaGo atau Deep Blue, kehadiran Ace menjadi tonggak penting dalam dunia robotika.
Para ilmuwan menilai, kemampuan robot untuk berinteraksi secara cepat, presisi, dan real-time di dunia nyata membuka peluang besar untuk berbagai aplikasi di masa depan, mulai dari industri hingga layanan publik.***








