Sejarah dan Pendiri Jam’iyyaatul Islamiah di Masjid Hijau Sungai Penuh
SUNGAIPENUH, SB – Masjid Jam’iyyaatul Islamiah, yang di kenal dengan Sebutan Masjid Hijau di kota Sungai Penuh, setiap tahunnya pada Hari Raya Idul Adha, selalu ramai di kunjungi jemaah dari Luar Daerah.
Setiap Hari Raya Idul Adha, Para jamaah datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan silaturahmi juga untuk menziarahi makam ulama pendiri organisasi Islam Jami’yatul Islamiah Buya K.H.A Karim Jamak yang berada komplek Masjid.
Peningkatan jumlah kunjungan ini juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat,Hotel dan penginapan yang ada di Kota Sungai Penuh.
Salah satu pemilik Hotel di Sungai Penuh,yang berada tidak jauh dari Masjid Raya Jam’yyatul Islamiah mengaku kebanjiran tamu semenjak tiga hari ini dari luar daerah dan sampai tiga hari kedepan.
“Ya Alhamdulillah kamar semua penuh,semua sudah di boking,bahkan jauh hari sebelum puasa sudah di pesan Jamaah dari Palembang” Kata Ten Pemilik Hotel Masgo.
Selain itu, pada hari Raya Idul Adha, Masjid Hijau Sungai Penuh Selalu Banyak melakukan Qurban, bahkan pernah mencapai ratusan ekor hewan qurban. Hal ini untuk membantu jemaah dan masyarakat.
Di balik namanya yang di kenal luas, ada sejarah panjang berdirinya organisasi dakwah Islam yang berpengaruh di Kerinci ini.
Organisasi Jam’iypyatul Islamiah resmi berdiri pada Jumat, 12 Maret 1971 (14 Muharram 1391 H). Lembaga ini lahir dari prakarsa ulama besar Kerinci, Buya K.H.A. Karim Djamak, bersama Mayor Min Harafat.
Dukungan moral dan keagamaan datang dari ulama setempat, Buya K.H. Amir Usman, yang melihat pentingnya lembaga pembinaan dakwah Islam yang non-politis.
Buya K.H.A. Karim Djamak di kenal sebagai tokoh adat sekaligus ulama, yang pada usia 20 tahun (1926) telah memperoleh gelar adat:
“Timo Daharo Tunggak Nagari Mandopo Rawang Koto Teluk Tiang Agama Sakti Alam Kerinci.”
Sebagai figur sentral, beliau di angkat sebagai Pembina Tunggal JmI, memimpin pengajian.
Hal ini pengembangan dakwah hingga wafat pada 28 April 1996 di Jakarta. Jenazah beliau dimakamkan di Sungai Penuh tepat disamping Masjid Raya Jam’iyyatul Islamiah yang selalu dikunjungi ketila Idul Adha.
Kini, Masjid Hijau semakin berkembang dan menjadi markas utama JmI tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, ikon sejarah dan spiritual.
Setiap datangnya hari raya kurban, masjid ini menjadi magnet ziarah dan kegiatan keagamaan yang datang dari luar daerah .(Tim)
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…
JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…