SINGAPURA, Signalberita.com – Pemerintah Singapura menyiapkan anggaran besar untuk memperkuat armada udara militernya. Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) mengalokasikan dana sekitar USD 4,06 miliar atau lebih dari Rp71 triliun untuk pengadaan 20 jet tempur siluman F-35.
Informasi tersebut tercantum dalam dokumen resmi Departemen Perang Amerika Serikat yang memuat rincian akuisisi pesawat tempur untuk Singapura. Dokumen itu juga menjelaskan tahapan pembelian, jadwal pengiriman, serta rencana penempatan armada F-35.
Pengadaan F-35 Di lakukan Bertahap
Rencana pengadaan jet tempur tersebut telah berlangsung sejak 2019. Pada tahap awal, Singapura membeli empat unit F-35.
Pada 2023, pemerintah Singapura kemudian menambahkan opsi pengadaan delapan unit. Dengan adanya penambahan tersebut, total armada yang di rencanakan mencapai 20 pesawat.
Pengadaan ini menjadi bagian dari upaya Singapura memperbarui kekuatan udaranya sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan di tengah perkembangan teknologi militer modern.
Sebanyak 12 F-35B Di tempatkan di Amerika Serikat
Dari total 20 pesawat yang di rencanakan, sebanyak 12 unit F-35B akan di tempatkan di Pangkalan Ebbing Air National Guard, Arkansas, Amerika Serikat.
Penempatan tersebut berkaitan dengan kebutuhan latihan intensif bagi para pilot Republic of Singapore Air Force (RSAF). Dengan berada di Amerika Serikat, program pelatihan dapat dilakukan menggunakan fasilitas dan lingkungan latihan yang mendukung pengoperasian pesawat tempur generasi kelima.
F-35B merupakan varian yang memiliki kemampuan lepas landas dalam jarak pendek dan mendarat secara vertikal. Kemampuan ini memberikan fleksibilitas operasional, terutama bagi negara yang memiliki keterbatasan wilayah dan fasilitas pangkalan udara.
Delapan F-35A untuk Menggantikan F-16
Sementara itu, delapan unit lainnya merupakan varian F-35A yang akan di tempatkan di Pangkalan Udara Tengah, Singapura.
Armada tersebut di proyeksikan menggantikan jet tempur F-16 yang telah di gunakan selama bertahun-tahun. Penggantian ini menjadi bagian dari modernisasi kekuatan udara Singapura.
F-35A memiliki kemampuan tempur dan jangkauan operasi yang berbeda dari F-35B. Varian ini di rancang untuk menjalankan misi dengan jarak tempuh lebih jauh serta membawa muatan persenjataan yang lebih besar.
Pangkalan Operasi Disiapkan hingga 2029
Pemerintah Singapura juga tengah mempersiapkan pangkalan operasi untuk mendukung penggunaan F-35 di dalam negeri.
Berdasarkan dokumen tersebut, fasilitas pangkalan di proyeksikan siap beroperasi penuh pada akhir tahun fiskal 2029. Persiapan ini menjadi bagian penting agar armada baru dapat di gunakan secara optimal setelah seluruh proses pengadaan dan pelatihan selesai.
Dengan total 20 unit F-35, Singapura akan memiliki tambahan kekuatan udara berteknologi siluman yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pengawasan, pertahanan, dan operasi tempur.(*)


















