SIGNALBERITA.COM – Donald Trump melangkah ke Timur Tengah dengan kalimat yang seolah menjentik sejarah: “Perang sudah berakhir.” Dengan keyakinan penuh, Presiden Amerika Serikat itu mengumumkan penutup dua tahun luka Gaza, tepat saat Hamas bersiap melepas sandera terakhir yang masih bernyawa.
Peta jalan yang ia usung membuka jalan barter nestapa: sandera Israel di tukar dengan sekitar 2.000 tahanan Palestina. Namun malam Minggu masih menyisakan tarik-menarik. Dua sumber Hamas kepada AFP mengungkap syarat tambahan—tujuh tokoh senior Palestina harus masuk daftar bebas.
Trump meninggalkan Washington dengan retorika penuh gairah, menyebut lawatan ini sebagai perjalanan yang “sangat istimewa.” Ia di jadwalkan tiba di Israel usai pembebasan sandera, berpidato di parlemen, lalu menuju Mesir memimpin konferensi perdamaian dua tahun darah dan debu Gaza.
Dari Yerusalem, Benjamin Netanyahu menahan air mata dan siaga dalam satu tarikan napas. “Malam penuh emosi, air mata, dan sukacita,” ujarnya, menyambut kabar anak-anak Israel akan pulang. Namun ia cepat meredam euforia: “Perjuangan belum sepenuhnya usai.”
Suara dari kantornya, melalui Shosh Bedrosian, menegaskan Senin pagi sebagai awal pelepasan. “Semua 20 sandera yang masih hidup akan di bebaskan secara bersamaan.” Di sudut lain, seorang perwira militer mengingatkan pahit, “Tidak semua jenazah sandera yang gugur akan di kembalikan besok.”
Hamas, menurut laporan, telah merampungkan daftar panjang: 47 sandera hidup dan tak lagi bernyawa hasil penculikan dari serangan 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang dan memantik serangan balasan Israel.
Di Sharm El-Sheikh, Trump akan berdampingan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi memimpin KTT yang di huni lebih dari 20 pemimpin dunia. Antonio Guterres, para pemimpin Eropa, dan Raja Abdullah II ikut menatap gelanggang perdamaian.
Namun Gaza tetap bergetar. Di Khan Yunis, bantuan yang masuk jadi santapan panik. Truk-truk di jarah oleh warga yang lapar dan putus asa. “Semua orang takut perang akan kembali,” kata Mahmud al-Muzain pada AFP.
Angka kematian masih tergantung di udara: lebih dari 67.800 jiwa dalam dua tahun konflik, separuhnya perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang di kelola Hamas.
Trump telah mengucap kata “usai.” Gaza, dunia, dan genangan luka menunggu: apakah itu sebuah akhir, atau sekadar jeda yang di beri nama damai. (TIM)
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…
JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…