ISTANBUL — Tim bola voli putri Turki berhasil mempertahankan gelar juara CEV Trendyol EuroVolley 2026 setelah mengalahkan Italia dalam laga final yang berlangsung di Istanbul, Senin (7/9/2026) dini hari WIB.
Bermain di hadapan 17.299 pendukung tuan rumah, Turki harus melalui pertandingan sengit hingga lima set sebelum memastikan kemenangan dengan skor 3-2 (16-25, 25-22, 12-25, 25-21, 15-10).
Kemenangan tersebut membuat Turki kembali menjadi juara Eropa secara beruntun setelah sebelumnya meraih gelar EuroVolley 2023 di Brussels.
Selain mempertahankan gelar, keberhasilan ini juga memastikan Turki mendapatkan tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Italia Dominan di Set Pertama
Italia yang berstatus sebagai juara Olimpiade Paris 2024 dan juara dunia 2025 langsung tampil agresif sejak awal pertandingan.
Ekaterina Antropova mencetak dua ace untuk membawa Italia memulai laga dengan percaya diri. Turki sempat memperkecil jarak hingga 5-6, tetapi Italia kemudian mampu mengambil alih permainan.
Ketika Alessia Orro berada di garis servis, Italia mencetak sejumlah poin beruntun dan memperlebar keunggulan dari 11-8 menjadi 18-9.
Pertahanan Italia juga membuat Turki kesulitan mengembangkan serangan. Blok terhadap Melissa Vargas saat skor 20-11 semakin mempertegas dominasi Italia.
Anna Danesi kemudian memastikan Italia merebut set pertama dengan skor 25-16.
Turki Bangkit di Set Kedua
Memasuki set kedua, Italia kembali mengawali permainan dengan baik. Berkat kontribusi Paola Egonu, Italia sempat unggul 12-6.
Namun, dukungan puluhan ribu penonton di stadion membuat Turki perlahan bangkit. Tuan rumah mampu memangkas ketertinggalan menjadi 11-12 hingga memaksa pelatih Italia mengambil time-out.
Turki kemudian menyamakan kedudukan 15-15 dan untuk pertama kalinya berbalik unggul 21-20.
Kesalahan Antropova membuat Turki semakin menjauh 22-20. Vargas kemudian menutup set kedua dengan kemenangan 25-22, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Italia Kembali Unggul
Italia tidak kehilangan momentum setelah gagal mempertahankan keunggulan pada set kedua.
Egonu dan Orro kembali menjadi motor permainan Italia. Mereka langsung membawa timnya unggul 8-2.
Turki berusaha mengejar melalui Derya Cebecioglu, tetapi Italia kembali mampu mengendalikan pertandingan.
Keunggulan Italia terus melebar hingga 20-9 sebelum akhirnya menutup set ketiga dengan skor telak 25-12.
Turki Paksa Laga Masuk Tiebreak
Memasuki set keempat, Turki menunjukkan mental juara. Mereka langsung mencatatkan rentetan poin dan unggul 10-3.
Italia mencoba bangkit dan memangkas jarak menjadi 10-14. Namun, Turki tetap mampu menjaga keunggulan.
Hande Baladin menjadi salah satu pemain penting dalam upaya Turki mempertahankan momentum. Ia menutup sebuah reli panjang yang membawa Turki unggul 22-18.
Italia sempat menggagalkan beberapa set point, tetapi Elif Sahin akhirnya memastikan Turki memenangkan set keempat dengan skor 25-21.
Kedudukan menjadi 2-2 dan pertandingan harus ditentukan melalui tiebreak, seperti yang terjadi ketika kedua tim bertemu pada final Kejuaraan Dunia 2025.
Vargas Jadi Penentu Kemenangan Turki
Turki membawa momentum positif dari set keempat ke tiebreak.
Meski Zehra Gunes sempat mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan untuk beberapa saat, Turki tetap mampu mempertahankan kendali permainan.
Melissa Vargas dan kapten Eda Erdem menjadi motor utama Turki dengan masing-masing menyumbangkan empat poin pada set penentuan.
Turki akhirnya menutup tiebreak dengan kemenangan 15-10 dan memastikan gelar juara EuroVolley 2026.
Vargas dan Egonu sama-sama menjadi pencetak poin terbanyak dalam pertandingan dengan koleksi 28 poin.
Namun, Vargas akhirnya menjadi pusat perhatian setelah dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen.
Gelar tersebut sekaligus melengkapi pesta Turki yang sukses mempertahankan mahkota juara Eropa di hadapan pendukungnya sendiri.(*)

















