Walikota Dinilai Lamban Mencari Solusi, Warga Minta TPA Sampah di RPT di tutup

Warga Minta Walikota Tutup TPA Sampah di RPT Sungai Penuh

SUNGAIPENUH, SB – Setelah hampir 3 bulan di lantikan menjadi Walikota Sungai Penuh, Alfin belum berhasil mencarikan solusi persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah. Bahkan, Renah Padang Tinggi yang di jadikan TPA Sementara sudah menjadi ancaman warga.

Lokasi TPA di Renah Padang Tinggi sudah Tiga kali mengalami longsor sampah ke jalan Nasional KM 6 Sungai Penuh-Tapan.

Bahkan Satu unit Kendaraan Mobil pun terseret longsor sampah beberapa waktu lalu.

Warga pun minta kepada Pemerintah kota Sungai Penuh, segera mengambil tindakan menutup aktifitas pembuangan sampah di TPA RPT.

Warga Minta Walikota Tutup TPA Sampah di RPT Sungai Penuh

Deki Hamdani, Seorang Tokoh Pemuda Desa Sungai Ning, mengungkapkan keresahan warga atas dampak buruk TPAS tersebut.

“Setiap hujan datang, kami tidak bisa tidur nyenyak. Kami takut sampah dari TPA longsor dan masuk ke sungai, yang mengalir ke desa kami dan di manfaatkan untuk minum, mandi, serta mencuci. Kami, warga Sungai Ning, meminta Pemkot Sungai penuh segera menutup TPAS di RPT,”ujar Deki.

TPA di Renah Padang Tinggi tersebut juga mendapatkan sorotan. karena inilah tidak pas di tempat di lokasi dataran tinggi. Seperti Renah Padang Tinggi di desa Sungai Ning, kecamatan Sungai Bungkal Sungai Penuh.

Disorot Aktivis

Ikhsan aktivis Sungai Penuh mengatakan bahwa Renah Padang Tinggi tidak layak menjadi TPA Sampah, karena bisa berdampak terhadap lingkungan.

“Sebelum membuat TPA itu, harus ada analisa Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL) karena itu bagian penting mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) atau UKL-UPL (Usulan Kaji Dampak Lingkungan – Usulan Pengelolaan Lingkungan),”ujarnya.

Dia Menyebutkan untuk pembangunan TPA Sampah harusnya didataran yang rendah, sehingga tidak lingkungan tidak masuk ke pemukiman warga dan lingkungan.

“Masa TPA berada di bukit di dekat aliran Sungai, ini di khawatirkan akan memakan korban, pengendara pun khawatir melintasi saat hujan, karena jalan licin akibat sampah plastik beserakan ke tengah jalan. Seperti beberapa waktu lalu satu mobil kepala PDAM kota Hanyut terseret longsor sampah dari bukit RPT, ini salah satu dampaknya,”pungkasnya.(Fra)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

3 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago