JAKARTA, Signalberita.com – Kementerian Agama (Kemenag) terus memperjuangkan keberlanjutan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2026. Dalam kuota awal PPG Batch I 2026, sebanyak 14.165 guru telah masuk dalam alokasi peserta.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan komitmen tersebut saat memberikan arahan dalam Rapat Persiapan PPG Batch I 2026 di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurut Amien, PPG menjadi program yang sangat dinantikan para guru karena berkaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan sekaligus pengakuan terhadap profesionalitas tenaga pendidik.
“Substansi PPG itu adalah kesejahteraan,” ujar Amien.
Ia meminta seluruh jajaran Kemenag terus mengupayakan pelaksanaan PPG dengan memaksimalkan sumber daya dan anggaran yang tersedia. Perhatian khusus juga harus diberikan kepada guru non-ASN yang memiliki harapan besar untuk mengikuti program tersebut.
Amien secara khusus mendorong Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) agar memperjuangkan penambahan kuota peserta melalui penyesuaian anggaran.
Jika penambahan kuota dapat dipastikan dalam waktu dekat, Kemenag berharap peserta tambahan bisa mengikuti PPG pada batch yang sama. Namun, apabila membutuhkan proses lebih panjang, pemerintah dapat mengakomodasinya pada batch berikutnya.
“Kita berharap seluruh tahapan berjalan lancar dan menghasilkan solusi terbaik bagi para guru,” katanya.
14.165 Guru Masuk Kuota Awal PPG 2026
Berdasarkan laporan panitia, kuota sementara PPG Batch I 2026 mencapai 14.165 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas:
11.630 peserta Pendidikan Agama Islam (PAI).
2.000 peserta Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
500 peserta Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen.
35 peserta Bimas Katolik.
Panitia akan mendistribusikan kuota tersebut ke 56 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Pembagian peserta menyesuaikan kapasitas masing-masing lembaga.
Rapat persiapan PPG berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Oktober 2026. Pada hari pertama, Senin (19/10/2026), peserta rapat membahas pembagian kuota atau plotting peserta dari berbagai unsur.
Selanjutnya, pada Selasa (20/10/2026), panitia meninjau hasil pembagian kuota bersama Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Panitia kemudian menjadwalkan finalisasi pada Rabu (21/10/2026).
Penambahan Kuota GTK Diupayakan November 2026
Selain menetapkan kuota awal, Kemenag juga masih mengupayakan penambahan peserta dari unsur GTK pada awal November 2026.
Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah peserta, panitia merencanakan tahapan lapor diri, orientasi, dan pembelajaran mandiri mulai pekan kedua November 2026.
Namun, panitia masih akan mengonfirmasi jadwal tersebut setelah Direktorat GTK menyerahkan data peserta secara lengkap.
Kepastian data dan kesiapan pelaksanaan menjadi dasar bagi Kemenag untuk menyesuaikan jumlah peserta maupun tahapan kegiatan.
Rapat persiapan ini turut melibatkan unsur Direktorat GTK, perwakilan Bimas Katolik, Buddha, Konghucu, unsur agama lainnya, serta tim peneliti evaluasi pelaksanaan PPG.
Melalui koordinasi tersebut, Kemenag berharap pelaksanaan PPG Batch I 2026 berjalan optimal. Program ini juga diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh pengakuan profesional, dan meningkatkan kesejahteraan melalui pendidikan profesi.(*)












