JAKARTA, Signalberita.com – Cara seseorang berkomunikasi melalui pesan singkat ternyata kerap dikaitkan dengan karakter dan pola pikirnya. Mulai dari pilihan kata, panjang pesan, hingga cara merespons percakapan dapat mencerminkan kebiasaan komunikasi seseorang.
Sejumlah artikel populer bahkan mengaitkan beberapa pola komunikasi dengan orang yang memiliki kemampuan kognitif tinggi. Namun, perlu dipahami bahwa kebiasaan berkirim pesan bukanlah alat untuk mengukur IQ secara akurat. Tingkat kecerdasan seseorang hanya dapat di nilai melalui metode dan tes yang sesuai.
Meski demikian, ada beberapa pola komunikasi yang sering disebut dalam pembahasan mengenai karakter orang dengan kemampuan kognitif tinggi.
1. Tidak Suka Mengirim Pesan yang Bertele-tele
Orang yang terbiasa berpikir secara terstruktur cenderung menyampaikan maksudnya secara langsung. Dalam percakapan melalui pesan, mereka dapat memilih kalimat yang singkat tetapi tetap memuat informasi penting.
Mereka tidak selalu menganggap pesan panjang sebagai sesuatu yang buruk. Namun, ketika sebuah persoalan bisa disampaikan secara sederhana, mereka cenderung memilih komunikasi yang lebih ringkas dan jelas.
2. Tidak Sekadar Memberikan Jawaban Satu Kata
Kebiasaan lainnya adalah memberikan respons yang tetap memiliki konteks. Alih-alih hanya menjawab dengan “ya”, “tidak”, atau “oke”, seseorang mungkin memberikan penjelasan singkat agar lawan bicara memahami maksudnya.
Pola tersebut lebih menunjukkan gaya komunikasi yang memperhatikan konteks percakapan dibandingkan menjadi bukti langsung mengenai tingkat IQ seseorang.
3. Menghindari Curhat Berlebihan pada Malam Hari
Sebagian pembahasan mengenai kebiasaan orang berkemampuan kognitif tinggi juga mengaitkannya dengan kemampuan mengelola komunikasi pribadi.
Salah satunya adalah tidak menjadikan percakapan malam hari sebagai tempat untuk mencurahkan seluruh persoalan secara spontan. Mereka cenderung mempertimbangkan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan dan kepada siapa pesan tersebut ditujukan.
Namun, kebiasaan ini tentu berbeda pada setiap individu dan tidak dapat dijadikan patokan kecerdasan.
4. Tidak Membanjiri Lawan Bicara dengan Pesan
Mengirim banyak pesan secara berturut-turut atau spam chat juga sering disebut sebagai kebiasaan yang dihindari oleh sebagian orang yang memiliki pola komunikasi lebih teratur.
Mereka cenderung menggabungkan informasi yang ingin disampaikan ke dalam beberapa pesan yang lebih terstruktur. Dengan begitu, percakapan menjadi lebih mudah diikuti oleh penerima.
Jangan Menilai IQ Hanya dari Cara Berkirim Pesan
Pada akhirnya, cara seseorang mengirim pesan tidak dapat digunakan sebagai ukuran pasti untuk menentukan apakah seseorang memiliki IQ tinggi atau rendah.
Kemampuan intelektual mencakup berbagai aspek dan pengukurannya membutuhkan metode yang tepat. Sementara itu, gaya berkirim pesan dapat dipengaruhi banyak hal, seperti kepribadian, kebiasaan, situasi, hubungan dengan lawan bicara, hingga konteks percakapan.
Karena itu, empat kebiasaan tersebut lebih tepat dipandang sebagai pola komunikasi yang sering dikaitkan dengan cara berpikir terstruktur, bukan sebagai tes untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang.(*)


















