JAMBI, Signalberita.com – Kemarau masih terus melanda provinsi Jambi. Musim hujan pun prakirakan mulai datang secara bertahap pada akhir Oktober hingga November 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca tersebut.
Prediksi itu di sampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi dalam kegiatan bertajuk “Menghadapi Musim Hujan Provinsi Jambi Tahun 2026” yang berlangsung di Gedung Admin BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Rabu (7/10/2026).
Peralihan dari musim kering menuju musim hujan menjadi perhatian karena peningkatan curah hujan berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi. Di antaranya banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Dalam pemaparannya, Tim Data dan Informasi BMKG Sultan Thaha Jambi menjelaskan bahwa awal musim hujan di setiap wilayah tidak terjadi secara serentak. Perbedaan tersebut di pengaruhi karakteristik cuaca dan dinamika atmosfer di masing-masing daerah.
Sejumlah Wilayah Mulai Di Guyur Hujan Akhir Oktober
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Martua Sinaga, mengatakan sebagian wilayah Jambi di perkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan.
Pada Dasarian III Oktober 2026, musim hujan di prakirakan mulai terjadi di Muarojambi, Kota Jambi, Batanghari, Tebo, sebagian wilayah Bungo, serta sebagian Sarolangun.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah-wilayah tersebut di imbau mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama ketika hujan mulai turun dengan intensitas yang lebih tinggi.
November, Musim Hujan Meluas
Memasuki November 2026, wilayah yang memasuki musim hujan di perkirakan semakin bertambah.
Pada Dasarian I November, musim hujan diprakirakan mulai memasuki bagian utara Tanjung Jabung Barat, bagian barat Sarolangun, serta bagian barat Merangin.
Sementara pada Dasarian II November, giliran Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan Tanjung Jabung Timur yang di perkirakan mulai memasuki musim hujan.
Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa musim hujan di Jambi tidak berlangsung serentak di seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, masyarakat di sarankan mengikuti informasi prakiraan cuaca sesuai wilayah masing-masing.
BMKG Minta Masyarakat Tidak Menunggu Hujan Lebat
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi, Tri Agus Pranomo, meminta masyarakat mulai melakukan persiapan sejak sekarang dan tidak menunggu hingga hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Menurutnya, hujan mulai berpotensi muncul di sejumlah wilayah pada penghujung Oktober, meskipun belum seluruh daerah Jambi memasuki musim hujan.
“Minggu akhir Oktober musim hujan, tapi belum semuanya. Hanya beberapa wilayah kami untuk memberikan warning terkait dengan ke depannya akan ada musim hujan di Provinsi Jambi,” ujar Tri Agus.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kondisi lingkungan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi risiko bencana selama musim hujan.
“Mari jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” katanya.
Banjir hingga Longsor Perlu Diantisipasi
BMKG mengingatkan bahwa peralihan menuju musim hujan perlu diikuti dengan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang memiliki kerawanan terhadap bencana hidrometeorologi.
Hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, serta pohon tumbang.
Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana sebelum intensitas hujan meningkat. Di antaranya membersihkan saluran air, memastikan kondisi atap dan bangunan tetap aman, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta membersihkan lingkungan dari material yang dapat menghambat aliran air.(*)




















