JAKARTA, Signalberita.com – Ketahanan engsel dan kondisi lipatan layar menjadi salah satu aspek penting yang perlu di perhatikan sebelum membeli ponsel layar lipat. Hal ini juga menjadi perhatian pada iPhone Duo, perangkat layar lipat pertama Apple yang mulai di uji melalui sejumlah ulasan independen.
Dalam pengujian yang dilakukan sejumlah reviewer teknologi, iPhone Duo menunjukkan bahwa mekanisme engselnya mampu bertahan setelah di buka dan di lipat puluhan ribu kali. Namun, pengujian tersebut juga menemukan perubahan pada tampilan lipatan di bagian tengah layar.
iPhone Duo menggunakan engsel berbahan titanium yang di buat dengan teknologi pencetakan 3D. Sementara itu, layar utamanya di bekali lapisan nano-texture yang di rancang untuk mengurangi pantulan cahaya sekaligus meminimalkan tampilan garis lipatan.
YouTuber teknologi Tim Pan melakukan pengujian ketahanan perangkat tersebut menggunakan mesin yang dapat membuka dan melipat ponsel secara otomatis.
Dalam pengujian awal, iPhone Duo menjalani 10.500 kali lipatan pada suhu ruangan. Setelah itu, perangkat kembali di uji dengan dibuka dan di tutup sebanyak 1.000 kali di dalam freezer bersuhu minus 20 derajat Celsius.
Hasilnya, engsel titanium iPhone Duo masih dapat berfungsi dengan baik. Mekanisme buka tutupnya tetap berjalan lancar meskipun telah melewati rangkaian pengujian tersebut.
Meski demikian, terdapat perubahan pada layar utama. Garis lipatan di bagian tengah terlihat lebih dalam dibandingkan kondisi sebelum pengujian. Perubahan itu juga dapat di rasakan ketika bagian tersebut disentuh.
Diuji Lebih dari 32.000 Kali
Pengujian lain di lakukan oleh jurnalis sekaligus reviewer teknologi Joanna Stern. Ia menggunakan mesin khusus bernama Hingy untuk menguji ketahanan engsel iPhone Duo.
Dalam pengujian selama empat hari, perangkat tersebut di buka dan ditutup secara otomatis lebih dari 32.000 kali.
Stern melaporkan bahwa mekanisme engsel tetap terasa kokoh seperti saat pertama kali digunakan. Hasil tersebut memberikan gambaran awal mengenai kemampuan engsel iPhone Duo dalam menghadapi penggunaan berulang.
Namun, pengujian independen ini belum dapat di jadikan jaminan bahwa seluruh perangkat akan memiliki ketahanan yang sama dalam pemakaian jangka panjang.
Apple sendiri belum mengumumkan hasil resmi pengujian ketahanan engsel iPhone Duo maupun angka pasti mengenai batas lipatan yang dapat ditahan perangkat tersebut.
Karena itu, informasi mengenai durabilitasnya saat ini masih mengacu pada pengujian dan pengamatan dari para reviewer independen.
Ada Sejumlah Catatan pada Fitur dan Penggunaan
Selain ketahanan engsel, Tim Pan juga menemukan beberapa hal yang perlu di perhatikan calon pengguna iPhone Duo.
Salah satunya berkaitan dengan antena NFC yang hanya tersedia di satu sisi perangkat. Kondisi ini di nilai dapat membuat pembayaran nirsentuh atau tap to pay menjadi kurang praktis ketika ponsel sedang dalam posisi terbuka.
Perangkat tersebut juga memiliki earpiece yang terletak di bagian atas layar eksternal. Ketika pengguna membuka ponsel saat sedang melakukan panggilan telepon, audio akan secara otomatis beralih ke mode pengeras suara atau speaker.
Temuan lainnya berkaitan dengan suhu perangkat. Permukaan iPhone Duo di laporkan mengalami kenaikan temperatur sekitar 3,6 derajat Celsius ketika di gunakan untuk menjalankan tugas berat dalam keadaan terbuka.
Selain itu, membuka atau menutup perangkat dengan sangat lambat dapat menyebabkan orientasi antarmuka tidak sesuai dengan posisi ponsel.
Berbagai hasil pengujian tersebut memberikan gambaran awal mengenai kelebihan dan sejumlah keterbatasan iPhone Duo. Bagi calon pembeli, ketahanan engsel, perubahan lipatan layar, kenyamanan penggunaan, serta performa perangkat menjadi faktor yang patut di pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli ponsel layar lipat Apple tersebut.(*)




















