KERINCI, SB – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus berupaya menekan angka stunting. Pasalnya Angka stunting masih tergolong tinggi yakni di angka 16,4 persen.
Hal ini di ketahui Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) serta Evaluasi Kinerja Tahun 2025, di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci, Jumat (26/9/2025).
Rapat di pimpin langsung Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, di hadiri unsur Forkopimda, OPD lintas sektor, TP PKK, dunia usaha, akademisi, perbankan, Baznas, camat, kepala puskesmas, hingga forum kepala desa.
Ketua TP3S Kabupaten Kerinci, H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bersinergi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Kerinci.
Namun, ia menegaskan bahwa angka prevalensi stunting di daerah masih menjadi pekerjaan rumah bersama, Murison mengatakan bahwa tahun 2023 angka Stunting di Kabupaten Kerinci sempet turun kemudian kembali naik di tahun 2024.
“Berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting Kerinci pada 2023 sebesar 8,7 persen, namun pada 2024 meningkat menjadi 16,4 persen. Hal ini menjadi tantangan serius yang harus segera kita perbaiki,” jelas H. Murison.
Murison, juga memaparkan langkah yang telah di tempuh TP3S, antara lain konvergensi lintas sektor dengan OPD, sinergi dengan dunia usaha, perbankan, Baznas, TNI melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, serta kerja sama dengan perguruan tinggi melalui kegiatan KKN mahasiswa.
Meski begitu, ia menilai masih ada kendala yang perlu di benahi, seperti regulasi, koordinasi kelembagaan, minimnya pendanaan APBD, hingga keterbatasan SDM.
Sementara itu, dalam arahannya, Bupati Kerinci Monadi menekankan pentingnya keselarasan program daerah dengan strategi nasional percepatan penurunan stunting.
“Prevalensi stunting nasional pada 2024 berada di angka 19,8 persen dan di targetkan turun menjadi 14,2 persen pada 2029. Kerinci yang saat ini berada di angka 16,4 persen wajib menyinkronkan langkahnya agar sejalan dengan target nasional,” tegas Bupati Monadi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi juga menegaskan perlunya pemanfaatan teknologi dalam percepatan penurunan stunting.
“Saya minta Tim TP3S segera menyiapkan aplikasi khusus untuk pendataan dan penanganan stunting. Dengan aplikasi ini, seluruh proses harus berbasis teknologi sehingga data lebih akurat, tersistem dengan baik, dan mudah di pantau secara berjenjang,” ujar Monadi.
Bupati juga mengingatkan agar rakor ini bukan hanya forum penyamaan persepsi, tetapi juga sarana evaluasi capaian, identifikasi kendala, dan perumusan solusi inovatif dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.
“Dengan kerja sama terpadu, saya optimis angka stunting di Kabupaten Kerinci dapat diturunkan secara signifikan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” pungkas Monadi.(Fra)
SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah Depati Dua Nenek,…
SIGNALBERITA.COM - Honda ADV160 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu skutik petualang paling di minati…
SIGNALBERITA.COM - Ramuan bawang putih dan madu di kenal dalam pengobatan tradisional dan sering di…
SIGNALBERITA.COM - Muncul benjolan berisi nanah sering kali menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada…
SIGNALBERITA.COM – Arsenal di pastikan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions. Meski sempat…
SIGNALBERITA.COM - Persaingan motor listrik di Indonesia kian panas pada 2026. Dua nama yang paling…