JAMBI, Signalberita.com – Harga kopi futures pada pekan ini bergerak relatif stabil. Berdasarkan kontrak Desember yang menjadi salah satu kontrak paling aktif, harga kopi tercatat turun sekitar 0,8 sen AS per pound sepanjang pekan dan di tutup pada level 290,5 sen AS per pound.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar kopi masih berada dalam tekanan, meski penurunan harga mulai menemukan titik dukungan setelah menyentuh level rendah pada Kamis.
Pada pekan sebelumnya, pasar sempat di perkirakan bergerak menuju level 280 sen AS per pound seiring membaiknya kondisi cuaca di Brasil yang kemudian memengaruhi sentimen perdagangan kopi.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda menjelang akhir pekan. Salah satu faktor yang membantu menopang harga kopi justru datang dari kondisi pasar komoditas secara umum.
Kekhawatiran baru terhadap inflasi serta meningkatnya ketegangan dalam konflik Amerika Serikat dan Iran turut mendorong harga sejumlah komoditas. Minyak mentah menjadi salah satu komoditas yang mengalami penguatan dan bergerak menuju level 100 dolar AS per barel.
Kondisi tersebut turut memberikan dukungan terhadap harga kopi. Dengan posisi harga yang berada dekat level bawah perdagangan, kopi dapat menjadi salah satu instrumen yang menarik perhatian investor yang mencari perlindungan terhadap risiko inflasi, meski tetap memiliki risiko volatilitas yang tinggi.
Pengiriman Kopi Brasil Capai Rekor Musiman
Dari sisi fundamental kopi, sejumlah perkembangan terbaru justru masih memberikan tekanan terhadap pasar.
Pengiriman kopi Brasil pada Agustus di laporkan mencapai rekor musiman untuk komoditas Arabica maupun Robusta. Kondisi tersebut menunjukkan pasokan kopi dari Brasil masih mengalir dalam jumlah besar ke pasar global.
Untuk kopi Arabica, volume pengiriman Agustus disebut menjadi salah satu yang tertinggi. Sebelumnya, tingkat pengiriman yang mendekati capaian tersebut terjadi pada musim panen 2020/2021 yang juga mencatat rekor.
Melimpahnya pasokan dari Brasil berpotensi meningkatkan ketersediaan kopi di pasar dunia. Pada saat yang sama, persediaan global perlu kembali di isi setelah mengalami tekanan dalam periode sebelumnya.
Situasi tersebut membuat prospek fundamental kopi masih menghadapi tekanan dari sisi pasokan.
Pasar Kopi Berpotensi Bergerak dalam Rentang 285-295 Sen
Dengan kondisi fundamental yang masih cenderung negatif dan sentimen makroekonomi yang semakin berpengaruh, pergerakan harga kopi pada pekan ini di perkirakan akan sangat bergantung pada perkembangan pasar global.
Harga kopi berpotensi bergerak dalam kisaran 285 hingga 295 sen AS per pound.
Pergerakan harga minyak, inflasi, perkembangan konflik geopolitik, serta kondisi pasokan dari Brasil menjadi sejumlah faktor yang perlu di perhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah perdagangan kopi selanjutnya.
Dengan demikian, pasar kopi untuk sementara masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat membaiknya prospek cuaca dan meningkatnya pasokan dari Brasil.(*)




















