Sebuah peristiwa langit langka akan terjadi pada malam tanggal 7 hingga 8 September 2025. Saat itu Bumi akan berada tepat di antara Matahari dan Bulan purnama atau di sebut Gerhana Bulan Total.
Fenomena ini akan berlangsung selama lebih dari lima jam, dengan puncak totalitas selama 82 menit, demikian di kutip dari Live Science. Dalam fase totalitas ini, bayangan gelap Bumi akan sepenuhnya menutupi sisi Bulan yang menghadap ke Bumi.
Hal itu akan mengubah warnanya menjadi merah kejinggaan yang menarik. Karena itulah fenomena ini di sebut sebagai ‘Blood Moon’ atau Bulan Merah.
Gerhana Bulan Total atau Blood Moon bakal terjadi pada 7-8 September 2025 mendatang. Fenomena ini bisa di lihat di sebagian besar negara Asia, termasuk Indonesia. Fenomena yang terjadi ketika bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan sehingga menghasilkan warna merah darah ini juga bisa di saksikan di Afrika Timur, Australia Barat, hingga pesisir timur Brasil.
Menurut akun Instagram resmi Observatorium Bosscha, Gerhana Bulan Total ini akan di mulai pada 7 September 2025 pukul 22.28 WIB dan berakhir pada 8 September 2025 pukul 03.55 WIB. “Gerhana ini bisa di nikmati dengan mata telanjang dari seluruh wilayah Indonesia, tanpa peralatan khusus,” tulis Observatorium Bosscha pada keterangan captionnya.
Untuk mendapatkan pemandangan Gerhana Bulan Total yang maksimal, di sarankan untuk memilih lokasi pengamatan yang minim cahaya dan langit cerah. Fenomena yang membuat Bulan tampak merah darah ini bakal menyuguhkan pemandangan langit yang langka dan menakjubkan. Gerhana Bulan Total berikutnya di Indonesia baru akan terjadi lagi pada 2033 mendatang.
Apa itu Gerhana Bulan
Gerhana bulan adalah fenomena alam di mana Bumi menghalangi cahaya Matahari agar tidak mencapai Bulan, yang terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus pada saat fase bulan purnama.
Peristiwa ini dibagi menjadi tiga jenis:
- gerhana bulan total (Bulan masuk ke bayangan inti Bumi),
- gerhana bulan sebagian (sebagian Bulan masuk bayangan inti Bumi),
- gerhana bulan penumbra (Bulan masuk bayangan kabur Bumi).
Proses Terjadinya Gerhana Bulan
Posisi Benda Langit:
- Gerhana bulan terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar.
- Fase Bulan: Peristiwa ini hanya bisa terjadi pada saat Bulan berada dalam fase bulan purnama.
- Bayangan Bumi: Bumi memiliki dua jenis bayangan: umbra (bayangan inti yang gelap) dan penumbra (bayangan kabur).
Jenis-Jenis Gerhana Bulan
1. Gerhana Bulan Total:
Terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada tepat dalam satu garis lurus, menyebabkan seluruh Bulan berada dalam bayangan inti Bumi (umbra). Cahaya Matahari yang tersaring oleh atmosfer Bumi akan memberikan warna kemerahan pada Bulan, sehingga sering disebut Bulan Merah.
2. Gerhana Bulan Sebagian (Parsial):
Terjadi ketika sebagian Bulan berada di bawah bayangan inti Bumi (umbra). Akibatnya, sebagian permukaan Bulan akan terlihat gelap, seolah-olah “tertelan” oleh bayangan Bumi.
3. Gerhana Bulan Penumbra:
Terjadi ketika Bulan hanya melewati bagian luar bayangan Bumi (penumbra). Pada jenis gerhana ini, Bulan hanya terlihat sedikit lebih redup dari biasanya dan terkadang sulit dibedakan dari bulan purnama normal.








