SUNGAIPENUH, Signalberita.com – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kota Sungai Penuh menjadi sorotan publik. Kegiatan tersebut digelar dari tanggal mulai 23 hingga 26 September 2026 di hotel Grand Jambi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kegiatan Bimtek tersebut melibatkan Ratusan anggota BPD di Kota Sungai Penuh. Setiap peserta disebut mengeluarkan biaya sekitar Rp2,5 juta dengan jumlahkan anggota BPD di Sungai Penuh 325 orang, jika di totalkan dana terkumpul mencapai Rp 800 Juta Anggaran Di kelola panitia.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menuai pertanyaan dari masyarakat, terutama menyangkut prioritas penggunaan anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang sedang didorong pemerintah pusat hingga ke daerah dan desa.
Sejumlah warga menilai anggaran untuk kegiatan Bimtek seharusnya dapat dipertimbangkan dengan matang, mengingat masih terdapat berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat yang membutuhkan dukungan anggaran.
“Sangat disayangkan pelaksanaan Bimtek dilakukan di tengah efisiensi anggaran. Padahal masih banyak pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang bisa dialokasikan,” ujar Andianto, salah seorang warga Sungai Penuh.
Menurutnya, kegiatan peningkatan kapasitas aparatur maupun lembaga desa memang memiliki manfaat. Namun, pelaksanaannya dinilai perlu mempertimbangkan kondisi keuangan daerah serta kebijakan efisiensi yang sedang berjalan.
“Kalau memang Bimtek diperlukan, tentu harus jelas manfaat dan hasil yang akan diperoleh. Jangan sampai masyarakat melihatnya sebagai pemborosan anggaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemerintahan Desa kota Sungai Penuh, Zetra Delfi, saat dihubungi terkait Bimtek BPD Sungai Penuh, melalui WhatsApp belum ada tanggapan.




















