SUNGAIPENUH, Signalberita.com – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kota Sungai Penuh yang digelar di Kota Jambi mendapat sorotan dari masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan Lembaga Pelatihan Indonesia (LAPIN) dengan dukungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Sungai Penuh tersebut dipertanyakan karena peserta harus mengikuti kegiatan di luar daerah.
Sejumlah warga menilai Kota Sungai Penuh sebenarnya memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk kegiatan peningkatan kapasitas BPD. Karena itu, pemilihan Kota Jambi menjadi lokasi Bimtek memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan biaya, efisiensi anggaran hingga dampak ekonomi bagi daerah.
Masyarakat menegaskan, sorotan tersebut bukan berarti menolak kegiatan Bimtek. Peningkatan kapasitas anggota BPD dinilai tetap penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa.
Namun, lokasi pelaksanaan juga dianggap perlu menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah ketika kegiatan menggunakan anggaran yang berkaitan dengan pemerintahan desa.
Lokasi Bimtek Jadi Sorotan
Ronal, pemerhati pemerintahan di Sungai Penuh, mempertanyakan alasan kegiatan Bimtek BPD tidak dilaksanakan di daerah sendiri.
Menurutnya, Sungai Penuh memiliki sejumlah hotel dan fasilitas pertemuan yang dapat digunakan untuk kegiatan pemerintahan maupun pelatihan.
“Kenapa tidak dilaksanakan di Sungai Penuh saja, kita punya hotel. Dengan pelaksanaan Bimtek BPD di hotel Sungai Penuh, secara tidak langsung membantu pengusaha hotel yang tidak lain masyarakat kita,” ujar Ronal.
Ia menilai manfaat kegiatan tidak hanya dapat dirasakan oleh pengelola hotel.
Jika peserta berada di Sungai Penuh selama beberapa hari, kata dia, aktivitas tersebut juga berpotensi memberikan dampak kepada pedagang makanan, warung, transportasi lokal serta pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
Atas dasar itu, ia meminta agar pertimbangan pemilihan lokasi kegiatan dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
Efisiensi Anggaran Dipertanyakan
Menurut Ronal, pemerintah perlu menghitung seluruh komponen biaya ketika menentukan lokasi sebuah kegiatan.
Bukan hanya biaya ruang pertemuan, tetapi juga konsumsi, transportasi, akomodasi serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
“BPD dan kepala desa juga harus mempertimbangkan anggaran desa saat ini yang sudah tidak besar lagi. Gunakan saja untuk kebutuhan prioritas. Bimtek memang dibutuhkan untuk peningkatan SDM, namun pertimbangkan pengeluaran, waktu dan tempatnya. Kalau bisa lebih murah, kenapa harus mahal?” katanya.
Ia menilai peningkatan kapasitas BPD tetap harus berjalan, namun pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan desa dan prinsip efisiensi.
Masyarakat, menurutnya, ingin memastikan setiap pengeluaran memiliki dasar yang jelas serta memberikan manfaat maksimal.
Dibandingkan dengan Daerah Lain
Pelaksanaan kegiatan di luar daerah juga menjadi bahan perbandingan dengan sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah lain di Provinsi Jambi.
Salah satunya kegiatan pelatihan UMKM di Kabupaten Merangin yang memanfaatkan fasilitas yang tersedia di wilayah sendiri, termasuk Aula Rumah Dinas Bupati Merangin.
Perbedaan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan apakah fasilitas di Sungai Penuh tidak cukup untuk menampung kegiatan Bimtek BPD.
Masyarakat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan fasilitas lokal apabila memang mampu memenuhi kebutuhan kegiatan.
Selain dapat menekan sejumlah biaya, pelaksanaan kegiatan di daerah sendiri dinilai berpotensi memberikan perputaran ekonomi kepada masyarakat lokal.
Dinas PMD dan LAPIN Diminta Beri Penjelasan
Sorotan masyarakat juga mengarah kepada Dinas PMD Kota Sungai Penuh dan LAPIN sebagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan.
Masyarakat mempertanyakan apakah sebelum menetapkan Kota Jambi sebagai lokasi Bimtek telah dilakukan perbandingan dengan fasilitas yang tersedia di Sungai Penuh.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya penjelasan mengenai dasar kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga pelatihan serta pertimbangan yang digunakan dalam menentukan lokasi.
Penjelasan tersebut dinilai penting agar informasi mengenai kegiatan tidak berkembang hanya berdasarkan asumsi.
Jika terdapat pertimbangan teknis, fasilitas, kapasitas peserta atau paket kegiatan yang membuat Kota Jambi dipilih, masyarakat berharap hal tersebut dapat disampaikan secara terbuka.
Dampak Ekonomi Daerah Ikut Jadi Perhatian
Bagi masyarakat, lokasi kegiatan pemerintah juga dapat memberikan dampak ekonomi.
Jika Bimtek dilaksanakan di Sungai Penuh, misalnya, peserta yang menginap dapat memberikan aktivitas tambahan bagi hotel. Belanja konsumsi juga dapat menggerakkan warung dan usaha kuliner, sementara transportasi lokal turut memperoleh manfaat.
Pertimbangan tersebut dinilai layak diperhitungkan dalam menentukan lokasi kegiatan, terutama ketika terdapat fasilitas yang dianggap memadai di daerah sendiri.
Sementara itu, Pihak Dinas PMD Sungai Penuh dan LAPIN penyelenggara Bintek BPB belum ada memberikan tanggapan terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.(Tim)




















