JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Efisiensi operasional menjadi salah satu indikator yang di perhatikan dalam melihat kinerja perbankan. Salah satu ukuran yang dicgunakan adalah Cost to Income Ratio (CIR), yakni perbandingan biaya operasional terhadap pendapatan operasional.
Berdasarkan rangkuman kinerja 10 bank besar pada semester I 2026, BCA mencatat CIR sebesar 29,29 persen, menjadi angka terendah dalam daftar tersebut.
Semakin rendah CIR, secara rasio menunjukkan biaya yang di keluarkan bank relatif lebih kecil dibandingkan pendapatan operasional yang dihasilkan. Namun, CIR tidak dapat di gunakan sebagai satu-satunya indikator untuk menilai kondisi fundamental sebuah bank.
Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan mengingatkan bahwa penurunan CIR perlu di lihat bersama sejumlah indikator lainnya.
“CIR yang turun belum otomatis menunjukkan perbaikan fundamental yang berkelanjutan, terutama jika masih terdapat tekanan NIM, biaya dana, atau pencadangan,” ujar Trioksa.
CIMB Niaga Catat CIR 45,70 Persen
Dalam daftar yang sama, CIMB Niaga mencatat CIR sebesar 45,70 persen pada semester I 2026.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyebut tingkat efisiensi tersebut sebagai bagian dari kinerja efisiensi perseroan.
“Kami rasa ini merupakan efisiensi terbaik di KBMI 3 saat ini,” kata Lani.
Sementara itu, mayoritas dari 10 bank yang dirangkum mencatat CIR di bawah 60 persen.
Berikut perbandingan CIR 10 bank pada semester I 2026:
1. BCA: 29,29 persen
2. BRI: 35,50 persen
3. Bank Mandiri: 35,60 persen
4. BNI: 44,60 persen
5. OCBC NISP: 45,19 persen
6. CIMB Niaga: 45,70 persen
7. Bank Danamon: 50,87 persen
8. Bank Permata: 51,48 persen
9. BTN: 52,27 persen
10. Maybank Indonesia: 81,62 persen
Efisiensi Tak Hanya Di lihat dari Biaya
CIR yang rendah menunjukkan aspek efisiensi dari sisi biaya terhadap pendapatan. Namun, kondisi tersebut perlu dibaca bersama indikator kinerja lainnya.
Pertumbuhan pendapatan, pre-provision operating profit (PPOP), margin bunga bersih atau NIM, biaya dana, serta kualitas aset menjadi sejumlah faktor yang turut memberikan gambaran mengenai kinerja bank.
Karena itu, efisiensi operasional tidak semata-mata berkaitan dengan seberapa kecil biaya yang dikeluarkan. Kemampuan bank mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus mengendalikan biaya juga menjadi bagian penting dalam membaca kinerja perbankan.(*)




















