SUNGAIPENUH, Signalberita.com – Kondisi kabut Asap di kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh kian mengkhawatirkan, pasalnya setiap hari Kabur Asap makin pekat dan jarak pandang pun terbatas.
Pantauan media Signalberita.com di jembatan Kerinduan kota Sungai Penuh dan kabupaten Kerinci, kabut asap terlihat tebal dan jarang pandang pun semakin dekat dengan berkisar 2000 Meter.
Kendati kualitas udara yang kian tidak sehat bagi masyarakat terutama anak-anak, namun Pemerintah kota Sungai Penuh Walikota dan Kerinci, belum juga mengambilkan langkah untuk Pelajar Jarak Jauh (PJJ) atau Daring.
Kondisi ini jadi sorotan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh, Walikota dan Bupati dinilai lamban mengeluarkan sikap dan langkah terhadap kabut asap semakin mengkhawatirkan.
“Sudah Hampir 1 Minggu ini Kabut Asap Makin Tebal, Mata terasa Pedih, bau asap makin menyengat. Seharusnya Bupati dan Walikota sudah mengeluarkan edaran Pembelajaran Jarak Jauh dan Daring bagi anak sekolah,”ungkap Depal salah seorang warga Sungai Penuh.
Dia menyebutkan saat ini sudah banyak siswa sekolah yang terserang batuk-batuk, yang merupakan ciri-ciri Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
“Kasian anak-anak sekolah, sudah banyak terserang penyakit batuk dan pilek. Pemerintah harus memikirkan ini, jangan sampai anak-anak jadi korban nantinya,”ucapnya.
Namun hingga berita ini dirilis belum ada keterangan dari BMKG untuk Jarang Padang akibat asap yang terjadi di kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh pada Jumat (11/09/2026).(Tim)


















