JAMBI, Signalberita.com – Dampak Kualitas udara Kota Jambi terus tidak sehat membuat kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) terus mengalami kenaikan.
Berdasarkan laporan Kepala BPBD Kota Jambi Doni Sumatriadi di Posko Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan Mako Damkar, data surveilans per 29 September 2026 mencatat 9.050 pasien ISPA.
Jumlah tersebut menjadi kasus penyakit paling dominan dibandingkan penyakit lain yang masuk dalam pemantauan surveilans. Secara keseluruhan terdapat 10.443 pasien, terdiri dari 9.050 kasus ISPA, 951 pasien diare dan 442 pasien konjungtivitis.
Jika dibandingkan dengan data hingga 15 September 2026 yang mencatat 6.508 kasus ISPA, terjadi penambahan 2.542 kasus dalam waktu sekitar dua pekan. Secara persentase, jumlah kasus tersebut meningkat sekitar 39 persen.
Sementara itu, kondisi kualitas udara juga menunjukkan tren memburuk. Pada Selasa pagi, ISPU Paal Lima tercatat 211 pada pukul 05.00 WIB, kemudian naik menjadi 213 pada pukul 06.00 WIB, 223 pada pukul 07.00 WIB, 229 pada pukul 08.00 WIB dan 233 pada pukul 09.00 WIB.
Pemantauan terbaru pukul 17.00 WIB menunjukkan angka kembali meningkat menjadi 248.
Memburuknya kualitas udara tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya Pemerintah Kota Jambi telah menetapkan skema pembelajaran berdasarkan kondisi ISPU melalui Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026.
Dalam ketentuan tersebut, ISPU 201-300 masuk kategori sangat tidak sehat dan pembelajaran dapat dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pemkot Jambi sebelumnya telah memperpanjang PJJ bagi siswa TK/PAUD serta SD kelas 1 hingga 3 mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026.(Tim)




















