• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Senin, April 20, 2026
signalberita.com
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
No Result
View All Result
signalberita.com
No Result
View All Result

Runtuhnya Negeri Emas di Hulu Sungai Batanghari 

Redaksi SB by Redaksi SB
7 September 2025
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Runtuhnya Negeri Emas di Hulu Sungai Batanghari

Di tepian Sungai Batanghari, berdiri negeri yang makmur: Kerajaan Dharmasraya. Dari hulu hingga muara, perahu dagang berlayar membawa lada, emas, dan kapur barus. Rakyatnya pandai menulis, pandai berdagang, pandai mengukir patung Buddha yang besar.

Dalam istananya, raja memerintah dengan gelar Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa, penguasa yang di agungkan sebagai titisan para dewa.

Namun, kejayaan itu perlahan memudar. Sriwijaya, induk kekuasaan Sumatra, telah melemah. Negeri-negeri Melayu terpecah, saling berebut wilayah. Dari seberang lautan, ancaman pun datang.

BacaJuga

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

Honda ADV160 2026: Ini Harga Tipe Tertinggi

Layar Hitam dari Timur

Tahun 1275, angin musim barat membawa kabar buruk: Raja Kertanegara dari Singhasari di Jawa Timur telah bersumpah memperluas kekuasaannya. Sebuah armada perang, Ekspedisi Pamalayu, dikirim melintasi Selat Malaka menuju Sumatra.

Berbulan-bulan pasukan Jawa berlayar, menyusuri sungai-sungai berlumpur dan hutan bakau yang rapat. Di atas perahu perangnya, para prajurit Singhasari membawa tombak panjang dan panji-panji bergambar naga emas.

Di istana Dharmasraya, para pendeta membaca pertanda di langit: bintang jatuh, hujan yang tak berhenti. Raja memanggil penasihatnya:

“Apakah ini saatnya negeri kita runtuh?”

Senja Terakhir di Istana

Ketika pasukan Jawa menjejak daratan Sumatra, benteng-benteng di tepi sungai satu demi satu roboh. Prajurit Dharmasraya melawan dengan gagah, tapi jumlah mereka tak sebanding. Api membakar lumbung padi, asap hitam membubung ke langit.

Di dalam balairung istana, Raja Dharmasraya memanggil kedua putrinya: Dara Jingga dan Dara Petak. Tangis rakyat terdengar sampai di ambang pintu. Ia tahu, inilah harga sebuah kekuasaan yang tak bisa bertahan melawan zaman.

Dengan suara berat, sang raja berkata:

“Pergilah kalian. Jika negeriku harus jatuh, biarlah darah kita tetap hidup di seberang laut.”

Malam itu, perjanjian dibuat: Kerajaan Dharmasraya tunduk pada Singhasari. Dua putri kerajaan akan dibawa ke Jawa sebagai pengikat sumpah damai.

Air Sungai yang Membawa Takdir

Saat fajar merekah, dua putri Melayu menaiki perahu yang sudah menunggu di dermaga. Dara Jingga menangis diam-diam. Dara Petak menggenggam segumpal tanah sungai Batanghari, seakan ingin membawa sepotong negerinya.

Di tepi pelabuhan, rakyat berkumpul menyaksikan lambang kerajaan diturunkan. Untuk pertama kalinya dalam generasi, Dharmasraya bukan lagi kerajaan merdeka.

Negeri yang Hilang, Darah yang Tersisa

Kerajaan Dharmasraya pelan-pelan tenggelam dalam kabut sejarah. Istana pun akhirnya runtuh, hanya meninggalkan prasasti dan cerita rakyat. Tapi darah Dharmasraya terus mengalir:

Dara Jingga menikah dengan pejabat tinggi di Jawa.

Dara Petak menjadi permaisuri Raden Wijaya, pendiri Majapahit.

Dari rahimnya lahir Jayanegara, raja kedua Majapahit.

Sejarah mencatat: meski kerajaan bisa jatuh, warisan tak pernah padam.

Tags: BatanghariNegeri emas
Previous Post

Membuat Foto Lagi Tren Tanpa Ribet dengan Gemini, Lihat Cara dan promptnya

Next Post

Mentan Amran Tegaskan Tidak Ada Impor Beras

Related Posts

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur
Berita Daerah

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

by Redaksi SB
19 April 2026
0

SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah Depati Dua Nenek, Kecamatan Koto Baru, berlangsung meriah...

Read more
Honda ADV160 2026

Honda ADV160 2026: Ini Harga Tipe Tertinggi

19 April 2026
Ramuan Bawang Putih dan Madu

Ramuan Bawang Putih dan Madu, Benarkah Efektif sebagai Obat Kuat?

19 April 2026
Hati-hati Gusi Gigi Bengkak Bernanah, Ini Cara Mengatasi Agar Cepat Sembuh

Hati-hati Gusi Gigi Bengkak Bernanah, Ini Cara Mengatasi Agar Cepat Sembuh

19 April 2026
Atletico Singkirkan Barcelona

Atletico Singkirkan Barcelona, Arsenal Harus Lebih Waspada di Semifinal Liga Champions

19 April 2026
signalberita.com

Media online yang menyajikan berita terupdate, fokus mengabarkan berita Politik, Nasional, Ekslusif, Hukrim, Sosial Budaya dan berita terpopuler lainnya.

Follow Us

Berita Terbaru

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

19 April 2026
Honda ADV160 2026

Honda ADV160 2026: Ini Harga Tipe Tertinggi

19 April 2026

Kategori Populer

  • Advetorial
  • Batanghari
  • Berita Daerah
  • BERITA TERPOPULER
  • Bute
  • EDITORIAL
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Kerinci
  • Kesehatan
  • Kota Jambi
  • Milenial
  • Muaro Jambi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • Provinsi Jambi
  • Sarko
  • Sastra & Budaya
  • Sungai Penuh
  • Tanjab
  • Uncategorized
  • Video Viral
  • Wisata Kita

BERITA TERBARU

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

19 April 2026
Honda ADV160 2026

Honda ADV160 2026: Ini Harga Tipe Tertinggi

19 April 2026
Ramuan Bawang Putih dan Madu

Ramuan Bawang Putih dan Madu, Benarkah Efektif sebagai Obat Kuat?

19 April 2026
Hati-hati Gusi Gigi Bengkak Bernanah, Ini Cara Mengatasi Agar Cepat Sembuh

Hati-hati Gusi Gigi Bengkak Bernanah, Ini Cara Mengatasi Agar Cepat Sembuh

19 April 2026
Atletico Singkirkan Barcelona

Atletico Singkirkan Barcelona, Arsenal Harus Lebih Waspada di Semifinal Liga Champions

19 April 2026
ALVA Cervo vs Polytron Fox-R 2026: Mana Lebih Hemat dan Layak untuk Touring?

ALVA Cervo vs Polytron Fox-R 2026: Mana Lebih Hemat dan Layak untuk Touring?

19 April 2026
  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023 www.signalberita.com

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA TERPOPULER
  • Berita Daerah
    • Kerinci
    • Sungai Penuh
    • Kota Jambi
    • Batanghari
    • Provinsi Jambi
    • Muaro Jambi
    • Bute
    • Sarko
    • Tanjab
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sastra & Budaya
  • Video Viral
  • EDITORIAL
  • LAINNYA
    • Advetorial
    • Milenial
    • Opini
    • Nasional
    • Politik
    • Otomotif
    • Wisata Kita
    • Olahraga
    • Internasional
    • Kesehatan
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi

Copyright © 2023 www.signalberita.com