SAROLANGUN, Signalberita.com – Akibat Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, masyarakat mulai mengalami kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah desa di kabupaten Sarolangun, Jambi.
Seperti di Kecamatan Pauh, sedikitnya tujuh desa dilaporkan mengalami kekurangan air bersih. Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi hingga mencuci.
Kapolsek Pauh Iptu Hans Simangunsong mengatakan, wilayah yang mengalami kondisi cukup parah berada di bagian barat Kecamatan Pauh.
“Ya, Kecamatan Pauh itu diperkirakan ada 7 desa yang benar-benar membutuhkan air,” ujar Hans.
Dua desa yang disebut terdampak antara lain Desa Sepintun dan Desa Lamban Sigatal. Sejumlah wilayah lain di Kecamatan Pauh juga mengalami persoalan serupa akibat menurunnya debit sumber air.
Sumber Air Warga Mulai Menurun
Kemarau panjang tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Minimnya hujan membuat sejumlah sumber air mengalami penurunan debit. Warga yang berada jauh dari pusat pelayanan air pun harus mencari sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kondisi tersebut menjadi semakin berat bagi masyarakat yang tidak memiliki akses mudah terhadap sumber air dalam jumlah mencukupi.
Air yang di butuhkan warga bukan hanya untuk konsumsi. Kebutuhan mandi, mencuci, memasak dan menjaga kebersihan lingkungan juga ikut terdampak.
Polisi dan Perusahaan Salurkan Bantuan
Untuk membantu masyarakat, jajaran Polres Sarolangun dan Polsek Pauh mulai melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak.
Bantuan juga melibatkan perusahaan yang beroperasi di sekitar desa terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama sumber air belum kembali normal.
Namun, distribusi air bersih di nilai masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.
Kapolsek Pauh berharap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sarolangun dapat ikut membantu menyediakan dan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
“Di sini perlunya nanti sekiranya dari PDAM—terima kasih kepada PDAM Sarolangun—untuk mohon kiranya bantu kami dari kepolisian maupun dari kecamatan untuk memberikan bantuan sumber air bersih kepada masyarakat kita,” katanya.
Kekeringan Beriringan dengan Ancaman Karhutla
Persoalan kekurangan air bersih di Kecamatan Pauh terjadi bersamaan dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Di Desa Sepintun, misalnya, personel Polsek Pauh bersama tim penanggulangan karhutla dari perusahaan melakukan penanganan kebakaran pada 16 September 2026.
Dalam penanganan tersebut, terdapat tiga titik kebakaran dengan total luas lahan sekitar 10 hektare.
Kondisi cuaca yang kering membuat vegetasi lebih mudah terbakar. Di sisi lain, keterbatasan sumber air juga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman dan pendinginan lokasi kebakaran.
Karena itu, ketersediaan sumber air menjadi kebutuhan penting, baik untuk masyarakat maupun dalam mendukung penanganan karhutla.
Pemerintah Diminta Perkuat Penanganan
Dengan sedikitnya tujuh desa yang mengalami kekurangan air, pemetaan kebutuhan masyarakat dinilai penting dilakukan.
Pemerintah dapat mendata jumlah warga terdampak, kondisi sumber air, kebutuhan air harian serta akses menuju masing-masing desa.
Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan prioritas distribusi bantuan sehingga desa dengan kondisi paling membutuhkan dapat memperoleh pasokan lebih cepat.
Selain bantuan menggunakan kendaraan tangki, pemerintah juga perlu mempertimbangkan ketersediaan tempat penampungan air di setiap wilayah agar distribusi dapat berlangsung efektif.(Tim)




















