JAMBI, SIGNALBERITA.COM — Setelah penantian lebih dari enam dekade, Jalan Tol Palembang–Jambi mulai beroperasi secara bertahap. Proyek infrastruktur strategis ini menandai babak baru konektivitas darat di Sumatra serta diproyeksikan mengubah lanskap ekonomi Sumatra Selatan dan Jambi.
Sejak jalur arteri Palembang–Jambi dibangun pada 1965, jalan tersebut menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas warga. Namun, keterbatasan kapasitas dan kepadatan lalu lintas kerap membuat waktu tempuh mencapai 7 hingga 8 jam. Kehadiran jalan tol memangkas perjalanan itu menjadi sekitar dua jam.
Sejumlah ruas tol telah lebih dahulu difungsikan, antara lain Tempino–Ness, Bayung Lencir–Tempino, serta ruas strategis Palembang–Betung yang mulai beroperasi sejak akhir 2025. Ruas-ruas ini melengkapi jaringan Tol Trans Sumatra dan memperkuat konektivitas antarprovinsi, termasuk jalur Jambi–Padang.
Pemangkasan waktu tempuh berdampak langsung pada efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat. Distribusi hasil tambang, perkebunan, dan pertanian menjadi lebih lancar, sekaligus menekan biaya angkut.
Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan tercatat 5,03 persen, sementara Jambi 4,67 persen. Dengan beroperasinya tol Palembang–Jambi secara penuh, Sumatra Selatan diproyeksikan menembus 6 persen, sedangkan Jambi berpeluang melampaui 5 persen.
Jambi, yang bertumpu pada sektor batubara, migas, sawit, dan karet, diperkirakan mendapat dorongan signifikan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan nilai ekspor Jambi sempat melonjak hingga 20 persen pada 2022, terutama dari sektor pertambangan. Kehadiran tol ini diyakini memperkuat posisi Jambi dalam persaingan ekonomi regional Sumatra.(Tim)









