JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Dalam rangka melakukan pemulihan Pasca Bancana di Indonesia, Kementerian Sosial (Kemensos) terus bergerak cepat, melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Kemensos memastikan penyaluran berbagai bantuan sosial berjalan tepat sasaran.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab di sapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa atas arahan Presiden, bantuan yang di berikan mencakup santunan kematian, santunan luka berat sebesar Rp5 juta, stimulan sosial ekonomi, isi rumah, hingga jaminan hidup selama tiga bulan.
“Tahap pertama sudah kami salurkan hampir Rp1 triliun. Minggu depan, insyaallah kami akan salurkan lagi tahap lanjutan senilai lebih dari Rp1 triliun berdasarkan data terverifikasi dari beberapa kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Gus Ipul di Gedung Kemensos, Rabu (20/5).
Di sisi lain, dampak bencana ini ternyata memukul telak kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di Serambi Mekah. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengungkapkan bahwa bencana telah memicu lonjakan angka kemiskinan yang signifikan. Banyak warga yang semula hidup mapan, kini jatuh ke garis kemiskinan ekstrem akibat kehilangan harta benda.
Merespons kondisi tersebut, Pemprov Aceh mengajukan permohonan khusus agar 800 ribu warganya di akomodasi ke dalam Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang di tanggung Kemensos. Tak hanya itu, Aceh juga mengusulkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pascabencana sebesar Rp1,03 triliun.
“Kami berharap usulan ABT khusus Aceh ini bisa secepat mungkin di salurkan, agar masyarakat di sana segera terbantu dan pertumbuhan ekonomi daerah bisa kembali melesat,” harap Fadhlullah.(Tim)









