JAKARTA SB– Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan nasional. Salah satunya melalui Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan yang di gelar di 30 kabupaten pada 12 provinsi di Indonesia, Rabu (3/6).
Kegiatan yang di pusatkan di Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan. Menurutnya, ketersediaan lahan, sumber daya manusia, serta dukungan berbagai pihak menjadi modal utama dalam mewujudkan target tersebut.
“Tanam serentak ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujarnya.
Empat komoditas strategis
Empat komoditas strategis yang menjadi fokus program ini yakni tebu, kopi, kakao, dan kelapa. Komoditas tersebut di nilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, energi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pekebun.
Program tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui sektor pangan dan energi.
Di lokasi utama kegiatan, di lakukan penanaman tebu secara serentak. Langkah ini di harapkan mampu meningkatkan produksi gula nasional sekaligus menekan impor gula di masa mendatang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menyebutkan bahwa hilirisasi sektor perkebunan menjadi salah satu strategi penting untuk menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan pekebun.
“Hilirisasi perkebunan juga berpotensi menekan kemiskinan, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat kinerja ekspor nasional,” katanya.
Gerakan tanam serentak tebu
Sejumlah daerah turut ambil bagian dalam gerakan tanam serentak tersebut. Untuk komoditas tebu, kegiatan di laksanakan di Subang, Pekalongan, Pati, Sleman, Malang, dan Sidoarjo. Sementara kopi di tanam di Simalungun, Sumatera Utara, kelapa di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan kakao di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Pada 2026, Ditjen Perkebunan mengalokasikan pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare. Khusus Jawa Barat mendapat alokasi 8.000 hektare, termasuk Kabupaten Subang yang memperoleh jatah 2.013 hektare.
Melalui program ini, pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan pekebun semakin kuat dalam meningkatkan produksi pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.(*)









