Signalberita.com – Di tengah banyaknya masyarakat yang memilih berinvestasi ke Emas yang Nilainya yang cenderung stabil membuat logam mulia ini banyak di pilih sebagai aset jangka panjang sekaligus pelindung nilai kekayaan.
Namun, bagi pemula yang ingin mulai berinvestasi emas fisik, penting untuk mengetahui cara membedakan emas asli dan palsu agar terhindar dari kerugian. Pasalnya, masih banyak produk emas yang beredar dengan kualitas dan keaslian yang meragukan.
Mengutip informasi dari Logam Mulia, berikut beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengenali emas asli.
1. Emas Asli Tidak Menempel pada Magnet
Salah satu cara paling sederhana untuk mengecek keaslian emas adalah menggunakan magnet. Emas murni tidak memiliki sifat magnetis sehingga tidak akan tertarik oleh magnet.
Sebaliknya, emas palsu umumnya mengandung campuran logam lain seperti besi, nikel, atau kobalt yang memiliki sifat magnetik. Jika saat diuji emas tersebut menempel atau tertarik ke magnet, maka patut dicurigai bahwa logam tersebut bukan emas murni.
2. Tidak Mudah Berkarat atau Korosi
Berbeda dengan besi dan perak yang dapat mengalami oksidasi, emas murni memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap korosi. Logam mulia ini tidak mudah berubah warna atau berkarat meski digunakan dalam waktu lama.
Sementara itu, emas palsu atau emas dengan kadar rendah biasanya memiliki lapisan luar yang dapat memudar atau mengelupas seiring waktu. Untuk mengetahuinya, sebagian orang melakukan tes sederhana dengan menggosokkan emas pada kulit dan mengamati apakah terjadi perubahan warna.
3. Tidak Mengeluarkan Bau Logam
Ciri lain yang dapat dikenali adalah aromanya. Emas asli tidak memiliki bau khas logam, bahkan setelah sering terkena air atau keringat.
Sebaliknya, logam seperti tembaga dan kuningan yang sering digunakan sebagai campuran pada emas palsu biasanya mengeluarkan aroma amis atau bau karat. Jika perhiasan atau emas batangan mengeluarkan bau logam yang kuat, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
4. Memiliki Tekstur yang Relatif Lunak
Tak banyak yang mengetahui bahwa emas murni sebenarnya termasuk logam yang lunak dan mudah dibentuk. Karakteristik inilah yang membuat emas murni jarang digunakan sebagai bahan utama perhiasan tanpa campuran logam lain.
Untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahannya, emas perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain seperti perak atau platinum. Sementara emas batangan dengan kadar kemurnian 99,99 persen umumnya memiliki tekstur lebih lunak.
Karena sifatnya tersebut, emas murni dapat meninggalkan bekas tekanan ketika diberi tekanan tertentu. Namun, pengujian fisik seperti menggigit emas tidak disarankan karena berisiko merusak produk.
Waspadai Penipuan Saat Membeli Emas
Memahami ciri-ciri emas asli menjadi langkah penting sebelum memutuskan berinvestasi. Selain melakukan pengecekan fisik, masyarakat juga disarankan membeli emas dari toko resmi atau lembaga terpercaya yang menyediakan sertifikat keaslian.
Dengan mengenali karakteristik emas asli, investor dapat lebih tenang dalam menyimpan aset dan terhindar dari risiko membeli emas palsu yang berpotensi merugikan.***










