JAKARTA, Signalberita.com – Jaringan Ethereum mulai memasuki tahap pengujian untuk pembaruan besar bernama Glamsterdam. Upgrade ini menjadi salah satu perubahan penting setelah fase besar The Merge dan di tujukan untuk memperkuat kemampuan jaringan utama (Layer 1).
Pembaruan Glamsterdam dirancang untuk meningkatkan skalabilitas Ethereum, mempercepat proses transaksi, serta memperbaiki mekanisme biaya jaringan. Saat ini, berbagai proposal peningkatan Ethereum (Ethereum Improvement Proposals/EIP) masih di uji melalui jaringan pengembangan (devnet) sebelum masuk tahap testnet publik hingga akhirnya di terapkan pada jaringan utama (mainnet).
Pengembang Ethereum menyebut Glamsterdam menjadi bagian dari peta jalan pengembangan Ethereum tahun 2026, setelah sebelumnya menghadirkan pembaruan besar seperti Pectra dan Fusaka.
Pengujian Masuki Tahap Penting
Tim pengembang Ethereum Foundation saat ini menguji seluruh komponen yang direncanakan masuk dalam Glamsterdam. Salah satu pengembang, Parithosh Jayanthi, mengatakan proses uji coba berjalan dengan perkembangan yang signifikan.
Seluruh tim klien Ethereum kini menjalankan devnet yang telah memuat berbagai EIP terbaru. Jika pengujian berjalan lancar, Glamsterdam di perkirakan dapat melanjutkan tahap berikutnya pada paruh kedua 2026.
Kembali Perkuat Layer 1 Ethereum
Berbeda dengan beberapa pembaruan sebelumnya yang banyak menyoroti pengembangan Layer 2, Glamsterdam justru kembali memberikan perhatian pada lapisan utama Ethereum atau Layer 1.
Hal ini di lakukan karena aktivitas jaringan terus meningkat sehingga Ethereum membutuhkan sistem yang lebih cepat, efisien, dan mampu menangani lebih banyak transaksi.
Dua pembaruan utama yang menjadi bagian dari Glamsterdam adalah:
Enshrined Proposer-Builder Separation (ePBS)
Fitur ini berasal dari proposal EIP-7732. ePBS akan memasukkan mekanisme pemisahan antara pembuat blok dan pengusul blok langsung ke dalam protokol Ethereum.
Penerapan ini di harapkan dapat meningkatkan transparansi jaringan sekaligus mengurangi risiko manipulasi transaksi yang berkaitan dengan Maximal Extractable Value (MEV).
Block-Level Access Lists (BAL)
Proposal lainnya adalah EIP-7928 atau Block-Level Access Lists. Teknologi ini memungkinkan node Ethereum mengetahui lebih awal data dan akun yang akan di gunakan dalam sebuah blok.
Dengan sistem tersebut, proses eksekusi transaksi berpotensi menjadi lebih cepat karena data dapat di persiapkan sebelumnya.
Struktur Gas Fee Ethereum Ikut Berubah
Glamsterdam juga membawa perubahan pada sistem biaya transaksi (gas fee). Nantinya, biaya untuk aktivitas komputasi akan lebih ringan, sementara biaya penyimpanan data permanen di blockchain akan mengalami penyesuaian.
Perubahan ini bertujuan agar biaya penggunaan jaringan lebih sesuai dengan sumber daya yang di gunakan.
Pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApps) nantinya perlu menyesuaikan desain aplikasi mereka dengan sistem biaya baru tersebut.
Tidak Berdampak pada Saldo Pengguna ETH
Upgrade Glamsterdam tidak akan mengubah saldo pengguna Ethereum maupun fungsi dompet kripto. Namun, validator dan operator node wajib memperbarui perangkat lunak agar dapat mengikuti perubahan jaringan.
Sebelum di luncurkan ke mainnet, Ethereum masih akan menjalani rangkaian pengujian melalui testnet publik.
Dengan hadirnya Glamsterdam, Ethereum berharap dapat memperkuat fondasi jaringan, meningkatkan efisiensi, dan menjaga kemampuan blockchain tersebut menghadapi pertumbuhan ekosistem digital dalam jangka panjang.(*)










