JAKARTA, Signalberita.com – Kini Pasar aset kripto di hadapkan dengan salah satu momen paling penting tahun ini seiring berakhirnya kontrak opsi (options expiry) senilai lebih dari US$10,8 miliar yang melibatkan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL).
Peristiwa jatuh tempo kontrak derivatif tersebut di perkirakan akan meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek. Di sisi lain, investor juga menantikan arah baru pergerakan harga setelah proses penyelesaian kontrak (settlement) selesai.
Bitcoin Dominasi Nilai Expiry
Bitcoin menjadi aset dengan nilai kontrak opsi terbesar yang berakhir pada 26 Juni 2026. Berdasarkan data Deribit, sekitar 151 ribu kontrak opsi BTC dengan nilai nosional mencapai US$9,3 miliar memasuki masa expiry.
Secara keseluruhan, rasio put/call Bitcoin berada di angka 0,63, yang menunjukkan kontrak beli (call) masih lebih banyak di bandingkan kontrak jual (put). Namun, dalam 24 jam terakhir terjadi peningkatan permintaan kontrak put sehingga rasionya naik menjadi 1,24.
Kondisi tersebut mengindikasikan banyak pelaku pasar mulai melakukan langkah perlindungan terhadap potensi penurunan harga dalam jangka pendek.
Meski demikian, sejumlah indikator mulai memperlihatkan peluang pemulihan. Salah satunya adalah likuidasi posisi short senilai sekitar US$35 juta, yang berpotensi mengurangi tekanan jual di pasar.
Selain itu, trader juga mulai mengakumulasi kontrak call Bitcoin dengan strike price US$65.000 untuk expiry pekan depan, sebagai sinyal adanya ekspektasi kenaikan harga setelah gejolak akibat expiry mereda.
Ethereum Didukung Aksi Beli Institusi
Ethereum juga menghadapi jatuh tempo kontrak opsi dalam jumlah besar, yakni sekitar 1 juta kontrak dengan nilai lebih dari US$1,5 miliar.
Walaupun rasio put/call secara keseluruhan berada di angka 0,50, aktivitas perdagangan sehari terakhir menunjukkan dominasi kontrak put sehingga rasio meningkat menjadi 1,33. Hal ini mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati.
Di sisi lain, data implied volatility dan indikator 25-delta skew menunjukkan peluang rebound mulai terbuka setelah proses expiry selesai.
Sentimen positif turut datang dari investor institusi. Beberapa perusahaan treasury Ethereum di laporkan kembali menambah kepemilikan ETH saat harga mengalami koreksi.
Salah satunya adalah SharpLink yang membeli sekitar 5.000 ETH, sehingga total kepemilikan perusahaan tersebut meningkat menjadi sekitar 876.285 ETH.
XRP dan Solana Menunggu Arah Pasar
Selain Bitcoin dan Ethereum, sekitar 41 ribu kontrak opsi XRP dengan nilai hampir US$43 juta juga memasuki masa jatuh tempo.
Data on-chain menunjukkan aliran dana dari investor besar (whale) kembali positif setelah XRP mengalami tekanan harga dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut di nilai menjadi salah satu sinyal yang patut diperhatikan pelaku pasar.
Sementara itu, 83 ribu kontrak opsi Solana dengan nilai lebih dari US$57 juta juga berakhir pada hari yang sama.
Rasio put/call Solana berada di angka 0,50, sementara volume kontrak call dalam 24 jam terakhir sedikit lebih tinggi di bandingkan kontrak put. Investor kini menunggu hasil pergerakan Bitcoin dan Ethereum sebagai acuan arah berikutnya bagi SOL.
Peluang Rebound Masih Terbuka
Options expiry senilai lebih dari US$10,8 miliar di perkirakan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar kripto dalam pekan ini.
Meski permintaan kontrak put masih meningkat dan mencerminkan kehati-hatian investor, beberapa indikator mulai memberikan sinyal positif. Likuidasi posisi short, meningkatnya minat terhadap kontrak call, aksi akumulasi ETH oleh investor institusi, hingga kembali masuknya dana whale ke XRP menjadi faktor yang berpotensi mendukung pemulihan pasar.
Namun demikian, arah pergerakan Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana setelah proses settlement selesai tetap akan bergantung pada sentimen pasar, kondisi ekonomi global, serta aktivitas perdagangan para pelaku pasar besar.(*)










