Signalberita.com – Minyak rem menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pengereman mobil. Meski sering luput dari perhatian, cairan ini berfungsi menyalurkan tekanan dari pedal rem ke kaliper sehingga kendaraan dapat berhenti dengan aman.
Jika terjadi kebocoran pada sistem minyak rem, tekanan hidrolis akan menurun dan berpotensi menyebabkan rem tidak bekerja secara maksimal. Karena itu, pemilik kendaraan perlu melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mendeteksi gejala kebocoran sejak dini.
Periksa Master Rem
Langkah pertama adalah memeriksa master rem yang berada di ruang mesin, umumnya berada di dekat kolom kemudi.
Amati apakah terdapat rembesan minyak di sekitar tabung atau sambungan pipa rem. Permukaan yang tampak basah atau di penuhi debu yang menempel pada cairan bisa menjadi tanda adanya kebocoran pada seal master rem.
Cek Area Pedal Rem
Pemeriksaan juga perlu di lakukan di dalam kabin, khususnya pada area atas pedal rem.
Apabila di temukan tetesan minyak atau karpet terasa lembap di bawah pedal rem, kondisi tersebut dapat mengindikasikan seal master cylinder bagian dalam mulai mengalami keausan dan perlu segera diperiksa lebih lanjut.
Lakukan Uji Tekanan Pedal Rem
Cara sederhana lainnya adalah melakukan uji tekanan pada pedal rem.
Nyalakan mesin saat mobil dalam posisi diam di permukaan datar. Setelah rem tangan di lepas, injak pedal rem secara perlahan dengan tekanan konstan.
Pada sistem yang normal, pedal akan berhenti pada posisi tertentu dan terasa kokoh. Namun bila pedal terus turun secara perlahan, kemungkinan terdapat kebocoran pada sistem hidrolis sehingga tekanan tidak dapat di pertahankan.
Kondisi tersebut sebaiknya tidak di abaikan karena dapat meningkatkan risiko rem blong saat kendaraan di gunakan. Jika menemukan salah satu tanda di atas, segera lakukan pemeriksaan di bengkel terpercaya agar sistem pengereman kembali bekerja secara optimal dan aman.(*)










