Signalberita.com – Banyak pemilik mobil memilih menggunakan parfum kabin model jepit karena praktis dan mudah dipasang pada kisi-kisi ventilasi AC. Namun, penggunaan aksesori ini ternyata perlu mendapat perhatian, terutama saat proses pelepasannya.
Jika parfum kabin dicabut secara paksa tanpa teknik yang benar, kisi-kisi AC berisiko patah atau mengalami kerusakan. Komponen berbahan plastik tersebut cukup rentan apabila mendapat tekanan berlebihan saat penjepit parfum dilepas.
Lepas dengan Hati-hati
Kepala Bengkel Auto2000 BSD, Wahono, menyarankan agar pemilik kendaraan tidak terburu-buru saat melepas parfum kabin yang dijepit pada ventilasi AC.
Menurutnya, penjepit sebaiknya dilepas secara perlahan. Bila terasa terlalu kuat mencengkeram, gunakan bantuan obeng kecil untuk membuka pengait terlebih dahulu sehingga kisi-kisi AC tidak menerima tekanan berlebih.
Cara ini dinilai lebih aman dibanding langsung menarik parfum kabin karena dapat mengurangi risiko patahnya sirip ventilasi AC.
Tumpahan Cairan Parfum Juga Berbahaya
Selain risiko kerusakan akibat pelepasan yang tidak tepat, cairan parfum yang tumpah juga dapat mempercepat kerusakan kisi-kisi AC.
Cairan pewangi yang mengenai permukaan plastik dalam waktu lama dapat memengaruhi kekuatan material. Akibatnya, plastik menjadi lebih rapuh dan mudah retak maupun patah ketika terkena tekanan.
Karena itu, pemilik kendaraan disarankan segera membersihkan sisa cairan parfum apabila terjadi kebocoran atau tumpahan pada area ventilasi AC.
Dengan penggunaan yang benar serta perawatan yang tepat, parfum kabin tetap dapat memberikan kenyamanan tanpa mengurangi usia pakai komponen AC mobil.(*)










