ACEH BARAT, Signalberita.com – Akses Pendidikan di wilayah Terpencil, masih menjadi sorotan publik, setelah vitalnya sebuah video yang memperlihatkan perjuangan seorang guru melintasi jembatan darurat di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu keprihatinan publik sekaligus menyoroti kondisi infrastruktur yang masih memprihatinkan di wilayah pedalaman.
Dalam video yang beredar, guru tersebut tampak menyeberangi sungai melalui jembatan sederhana yang terbuat dari tali baja dan papan kayu. Kondisi jembatan di nilai berisiko karena sempit dan tidak memadai, namun tetap menjadi akses utama bagi guru, siswa, serta masyarakat setempat untuk beraktivitas.
Jembatan Rusak Sejak Banjir Bandang
Berdasarkan informasi yang beredar, akses menuju Desa Sikundo mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025. Meski pemerintah telah membuka jalur alternatif sementara, sebagian warga masih mengandalkan jembatan darurat untuk menyeberangi sungai.
Viralnya video tersebut memunculkan banyak komentar dari masyarakat yang berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil agar aktivitas pendidikan dan ekonomi dapat berjalan dengan aman.
Pemerintah Dorong Percepatan Pembangunan
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Aceh meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan kembali sejumlah jembatan yang rusak akibat bencana, termasuk Jembatan Sikundo di Aceh Barat.
Pemerintah menilai percepatan pembangunan sangat penting untuk menjamin keselamatan guru, pelajar, dan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Polisi Bangun Jembatan Sementara
Sebagai solusi jangka pendek, Polda Aceh turut mengambil langkah dengan membantu pembangunan jembatan gantung berbahan tali sling hingga jembatan permanen dapat di realisasikan.
Pembangunan jembatan sementara di lakukan secara gotong royong bersama personel Brimob dan masyarakat setempat guna memastikan akses warga tetap terbuka.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa masih banyak wilayah di Indonesia yang menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan. Masyarakat berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada viralnya sebuah video, tetapi di wujudkan melalui pembangunan yang mampu menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas belajar mengajar di daerah terpencil.(*)










