JAKARTA, Signalberita.com – Pemerintah menemukan sejumlah produk beras yang mencantumkan klaim sebagai beras fortifikasi, namun hasil pemeriksaan menunjukkan adanya produk yang kandungan gizinya diduga tidak sesuai dengan informasi pada label.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkap temuan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan laboratorium terhadap 27 merek beras fortifikasi, sebanyak 25 merek di nyatakan tidak memenuhi persyaratan, sedangkan dua merek lainnya memenuhi standar.
Amran mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan sejumlah laboratorium yang dinilai kredibel. Hasil pengujian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kandungan produk dengan klaim fortifikasi yang tercantum pada label.
“Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya,” ujar Amran.
Harga Jual Beras Di duga Tidak Wajar
Selain persoalan kandungan, pemerintah juga menyoroti harga jual salah satu produk yang di sebut dalam temuan tersebut.
Amran mencontohkan beras dengan merek dagang berinisial WFO yang di sebut di jual hingga Rp57.600 per kilogram. Sementara harga yang disebut pemerintah sebagai harga wajarnya berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.
Menurut Amran, terdapat selisih harga yang cukup besar antara harga jual dan harga yang di anggap wajar. Jika di hitung dalam satu truk dengan muatan sekitar 10 ton, selisih tersebut di sebut dapat mencapai sekitar Rp44 juta.
Pemerintah menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena beras fortifikasi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Daftar 25 Merek yang Di sebut Pemerintah
Dalam pemaparannya, Amran menyebut 25 merek beras yang hasil pemeriksaannya di nyatakan tidak memenuhi persyaratan. Berikut daftar yang di sampaikan:
1. Idola Fortifikasi
2. Idola High Quality Whole Grain Rice
3. Idola Long Grain Rice
4. Ikan Mas Cupang
5. AAA Wijaya Kusuma
6. Cantik Manis
7. Penari Bangkok
8. Topi Koki Short Grain
9. Topi Koki Setra Royale
10. Topi Koki Long Grain Crystal
11. HOK-1 Gohan
12. Maknyuss Pulen Gizi
13. Anak Raja Fortifikasi
14. Anak Raja Nusantara
15. Top Anak Raja
16. PMS Induk Ayam
17. Sumo
18. Rasvit
19. FS Nutri Rice
20. Pelikan
21. Rice Rojolele
22. Super Kepala Beras Premium 111
23. 111 Golden Number
24. Putri Koki
25. Wellfarm Beras Diabet
Amran juga menyampaikan bahwa sekitar 80 persen beras fortifikasi yang telah terdaftar diduga tidak memenuhi standar berdasarkan pengujian awal pemerintah. Potensi kerugian masyarakat dari temuan tersebut diperkirakan mencapai Rp71 triliun.
Apa Itu Beras Fortifikasi?
Beras fortifikasi adalah beras yang di perkaya dengan vitamin dan mineral tertentu. Nutrisi yang dapat di tambahkan antara lain vitamin B1, vitamin B3, vitamin B12, asam folat, zat besi, dan seng.
Fortifikasi di lakukan dengan tujuan meningkatkan kandungan zat gizi mikro dalam pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Produk semacam ini memiliki peran penting dalam program pemenuhan gizi, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan asupan nutrisi tambahan.
Karena itu, ketidaksesuaian antara kandungan nutrisi dan klaim fortifikasi pada label menjadi perhatian pemerintah.
Standar Beras Fortifikasi
Pemerintah menyebut beras fortifikasi harus memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk standar untuk kernel beras fortifikan dan kandungan gizi produk.
Salah satu standar yang di sebut adalah SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan. Sementara SNI 9372:2025 mengatur persyaratan kandungan gizi beras fortifikasi.
Dalam standar tersebut, kandungan nutrisi yang di atur antara lain vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan seng dengan kadar tertentu.
Pencampuran kernel fortifikan ke dalam beras sosoh juga memiliki ketentuan mengenai rasio pencampuran dan homogenitas.
Temuan pemerintah ini menjadi perhatian bagi konsumen untuk lebih cermat memeriksa informasi pada kemasan serta memastikan produk pangan yang di beli memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku.(*)




















