JAKARTA SB – Nama pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang di kenal sebagai Haji Isam, kembali menjadi sorotan setelah PT Jhonlin Baratama menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian tersebut di tandatangani pada 16 September 2026. Rencana transaksi mencakup pengalihan 10.000.000.500 saham biasa Bayan Resources yang di miliki Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low.
Namun, transaksi tersebut belum sepenuhnya selesai. Manajemen Bayan menyatakan penyelesaian transaksi masih bergantung pada terpenuhinya sejumlah persyaratan dan kondisi pendahuluan.
Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan transaksi di selesaikan, PT Jhonlin Baratama akan memiliki sekitar 10 miliar saham Bayan Resources.
Sebelumnya, Bloomberg News melaporkan Haji Isam mengincar sekitar 62 persen saham Bayan milik Low Tuck Kwong dengan nilai penawaran sekitar US$3 miliar. Reuters menyebut belum dapat memverifikasi laporan tersebut.
Perjalanan Bisnis Haji Isam
Andi Syamsuddin Arsyad lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 1 Januari 1977. Ia di kenal sebagai pendiri dan pemilik Jhonlin Group, kelompok usaha yang menjalankan bisnis di berbagai sektor.
Sebelum membangun bisnisnya, Haji Isam disebut pernah bekerja sebagai tukang ojek, sopir truk pengangkut kayu, hingga pekerja tambang.
Setelah lulus SMA pada 1996, ia tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memilih bekerja sebagai sopir truk kayu. Dari lingkungan pekerjaannya, ia kemudian mengenal dunia pertambangan batu bara.
Pada 2003, Haji Isam mendirikan PT Jhonlin Baratama. Perusahaan tersebut kemudian berkembang dan menjadi bagian dari kelompok usaha Jhonlin Group.
Bisnis Jhonlin kini mencakup sejumlah bidang, antara lain pertambangan batu bara, perkebunan, energi, logistik, pelayaran, transportasi udara, manufaktur, hingga agribisnis.
Sejumlah perusahaan yang berada dalam kelompok usaha tersebut di antaranya PT Jhonlin Baratama, PT Jhonlin Marine and Shipping, PT Jhonlin Air Transport, PT Jhonlin Agromandiri, PT Jhonlin Batu Mandiri, dan Jhonlin Agro Raya.
Di sektor energi dan agribisnis, Jhonlin juga mengembangkan bisnis biodiesel, minyak sawit, karet, serta gula.
PT Jhonlin Agro Raya Tbk tercatat di BEI sejak 2022. Perusahaan tersebut bergerak di bidang biodiesel dan sebelumnya menawarkan hingga 1.222.950.000 saham dalam penawaran umum perdana.
Haji Isam juga mengembangkan perkebunan tebu dan pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara. Proyek tersebut mulai di kembangkan pada 2017 dengan lahan perkebunan tebu sekitar 20 ribu hektare.
Pabrik gula yang di operasikan PT Alam Gemilang kemudian di resmikan Presiden Joko Widodo pada 2020. Setahun berikutnya, Jokowi juga meresmikan fasilitas milik Haji Isam yang bergerak di sektor biodiesel.
Kiprah di Luar Bisnis
Selain dunia usaha, Haji Isam di kenal memiliki minat di bidang otomotif. Ia mengembangkan Jhonlin Racing Team yang memiliki fasilitas balap di Batulicin, Kalimantan Selatan.
Namanya juga pernah muncul dalam aktivitas politik. Pada Pilpres 2019, ia tercatat sebagai wakil bendahara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ia juga pernah di kaitkan dengan Partai Amanat Nasional (PAN).
Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Haji Isam beberapa kali hadir dalam agenda kenegaraan. Salah satunya dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan pengusaha Jepang pada Desember 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memperkenalkan Haji Isam sebagai salah satu pengusaha asal Kalimantan kepada para pengusaha Jepang.
Haji Isam juga tercatat sebagai Anggota Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk masa bakti 2024-2029.
Pada 25 Agustus 2026, ia menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo dalam upacara penganugerahan tanda kehormatan di Istana Negara.
Dalam acara tersebut, Haji Isam disebut menerima penghargaan atas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, khususnya melalui aktivitas usaha di sektor pertambangan, transportasi, dan infrastruktur serta pembukaan lapangan kerja.
Di luar aktivitas korporasi, Haji Isam juga di kaitkan dengan proyek pembangunan jalan untuk mendukung program cetak sawah di Merauke.
Sementara itu, terkait rencana pengambilalihan saham Bayan Resources, penyelesaian transaksi masih menunggu terpenuhinya seluruh persyaratan yang telah di tetapkan dalam perjanjian jual beli saham bersyarat.(*)




















