Kerinci – Dalam Rangka mendukung program prioritas bupati Kerinci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maju dan berdaya saing, Dinas kesehatan Kabupaten Kerinci terus berupaya melakukan pemerataan pelayanan kesehatan dan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat kabupaten Kerinci.
Di tahun 2025 Dinas Kesehatan telah melakukan rehabilitasi tiga puskesmas di tiga kecamatan yakni puskesmas Tamiai Kecamatan Batang Merangin yang saat ini menjadi puskesmas rawat inap, puskesmas sanggarang agung Kecamatan danau Kerinci dan Puskesmas Depati Tujuh, dengan total anggaran 8,1 miliar dengan sumber dana alokasi khusus bidang kesehatan. “Dinas kesehatan mendukung program prioritas bupati kerinci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maju dan berdaya saing, “ujar kadis kesehatan.Â
Kepala dinas Kesehatan Hermendizal, mengatakan bahwa rehabilitasi puskesmas di lakukan agar pelayanan kesehatan masyarakat di kabupaten Kerinci merata dan pelayanan juga hanya berkualitas.Â
“Tahun 2025, lalu kita sudah merehabilitasi tiga puskesmas yang puskesmas Depati tujuh dengan nilai 2,9 M, Puskesmas Tamiai 2,9 M dan puskesmas Sanggaran Agung 8,1 M, kita ingin adanya pemerataan pelayanan kesehatan dan kesehatan yang berkualitas, “ujarnya
Kepala dinas Kesehatan menjelaskan bahwa saat ini kabupaten Kerinci juga telah memiliki lima Puskesmas rawat inap yaitu puskesmas Tamiai, Jujun, Lempur, Siulak Gedang dan puskesmas Kersik Tuo.
Lanjutnya, dinas kesehatan kabupaten kerinci juga telah melakukan Pengesahan BLUD terhadap 5 puskesmas perawatan tersebut serta RSUD Bukit Kerman dan labkesda kabupaten Kerinci.Â
Tidak hanya itu Kepala Dinas Kesehatan juga mengatakan bahwa Rumah Sakit Bukit Kerman saat ini sudah kerja sama dengan BPJS untuk rawat jalan dan rawat inap.Â
Sedang rumah Sakit Umum Daerah Kerinci yang berada di jalur dia Bukit tengah sedang di siapkan menjadi rumah sakit tipe C. “ untuk RSUD Kerinci yang berlokasi di jalur 2 bukit tengah Saat ini sedang pembangunan peningkatan kelas menjadi tipe C dengan dana APBN melalui kementerian kesehahatan dengan dana 137,5 M, “ujarnya (spl)Â









