JAKARTA, Signalberita.com – Produsen kendaraan listrik asal Pakistan, Nora EV, memperkenalkan Metro, mobil listrik mungil dengan desain yang terinspirasi dari Toyota Alphard dan Vellfire. Meski mengusung tampilan ala MPV premium, kendaraan ini memiliki ukuran bodi yang jauh lebih kompak.
Nora EV Metro memiliki panjang sekitar 3.900 milimeter. Dimensinya bahkan lebih ringkas di bandingkan sejumlah mobil hatchback subcompact yang beredar di pasar Eropa.
Dari sisi tampilan, bagian depan Metro menampilkan grille berukuran besar dengan aksen krom serta saluran udara vertikal. Desain lampunya dibuat lebih sederhana, tetapi secara keseluruhan masih memberikan kesan yang mengingatkan pada Alphard dan Vellfire.
Kemiripan juga terlihat pada bagian belakang. Metro menggunakan pintu bagasi dengan bukaan vertikal, spoiler di bagian atap, serta lampu belakang berbentuk segitiga. Namun, akses ke kabin baris kedua masih menggunakan pintu konvensional, bukan pintu geser elektrik seperti yang tersedia pada Alphard dan Vellfire.
Kabin Lima Penumpang
Meski berukuran kecil, Nora EV mencoba memberikan nuansa premium pada interior Metro. Mobil ini memiliki konfigurasi lima penumpang dengan desain dasbor yang di buat menyerupai kendaraan kelas atas.
Bagian dasbor menampilkan panel berukuran besar yang sekilas mengingatkan pada Mercedes-Benz Hyperscreen. Namun, panel tersebut sebenarnya merupakan elemen berbahan plastik yang di padukan dengan layar hiburan sederhana.
Sejumlah fitur pendukung juga tersedia, antara lain konektivitas Bluetooth, port USB, tombol start/stop, pendingin udara, jendela elektrik, serta kamera mundur.
Motor Listrik 4 kW dan Jarak Tempuh hingga 300 Km
Untuk penggeraknya, Metro menggunakan satu motor listrik yang di tempatkan di bagian belakang. Motor tersebut menghasilkan tenaga 4 kW atau sekitar 5 tenaga kuda.
Nora EV menawarkan tiga pilihan baterai berjenis lithium iron phosphate (LFP), yakni 9 kWh, 15 kWh, dan 23,1 kWh.
Pada varian dengan baterai terbesar, jarak tempuh yang di klaim mencapai sekitar 250 hingga 300 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Nora EV juga menyiapkan sistem penukaran baterai di Pakistan. Langkah tersebut di harapkan dapat mempersingkat waktu yang di butuhkan pengguna ketika baterai kendaraan mulai habis.
Selain versi listrik murni, Metro nantinya juga ditawarkan dengan teknologi range extender. Sistem tersebut menggunakan tangki bensin berkapasitas 3 liter yang terhubung dengan generator untuk menghasilkan tambahan energi listrik.
Menurut Nora EV, teknologi tersebut berpotensi menambah jarak tempuh sekitar 150 hingga 180 kilometer.
Di buat dengan Dukungan Manufaktur Lokal
Nora EV di dirikan pada 2025 oleh Nousheen Azhar dan Ali Raza. Perusahaan tersebut mengembangkan fasilitas manufaktur lokal di Pakistan dan mengklaim tidak hanya mengandalkan metode perakitan komponen impor.
Sejumlah komponen kendaraan di produksi secara lokal, termasuk panel bodi melalui proses stamping serta komponen lampu.
Metro bukan satu-satunya model yang di kembangkan Nora EV. Perusahaan tersebut juga memiliki SUV listrik berukuran kecil, Nora E30, serta hatchback perkotaan Nora Neo.
Saat ini, Nora E30 menjadi model yang telah di pasarkan. Mobil listrik tersebut di tawarkan mulai 1.889.000 rupee Pakistan atau sekitar 6.800 dollar AS, sebelum pajak pertambahan nilai.
Sementara untuk Metro, Nora EV menjanjikan harga awal di bawah 3 juta rupee Pakistan atau sekitar 10.800 dollar AS. Jika di konversikan dengan nilai rupiah yang menjadi acuan pemberitaan, harganya berada di kisaran Rp160 jutaan.
Metro di proyeksikan segera memasuki pasar Pakistan sebagai mobil listrik berukuran kompak yang menawarkan desain ala MPV premium dengan harga yang lebih terjangkau.(*)




















