KERINCI, Signalberita.com – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., bersama Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., menghadiri rangkaian puncak acara Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup yang berlangsung di Balai Adat Nge Menganjung Tigo Luhah Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Sabtu (7/11).
Turut hadir Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci serta Kota Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., Sekda Kabupaten Kerinci, jajaran OPD, tokoh adat, Kembar Rekan Depati IV Delapan Helai Kain Alam Kerinci, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Kedatangan rombongan tamu kehormatan disambut hangat melalui prosesi sekapur sirih oleh anak jantan dan anak batino Tigo Luhah Semurup, serta tarian penyambutan yang menampilkan kekayaan adat dan budaya masyarakat Kerinci.
Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup memiliki keunikan tersendiri. Rangkaian kegiatan telah berlangsung selama tiga hari sebelumnya melalui tradisi Mengasap Negeri. Pada puncak acara, dilaksanakan prosesi Mandi Balimau bersama masyarakat Tigo Luhah Semurup, dilanjutkan dengan rangkaian prosesi Kenduri Sko.
Suasana semakin meriah dengan berbagai penampilan dan prosesi adat, di antaranya Ngaji Adat, peneguhan Sumpah Karang Setio kepada para pemangku adat oleh Mangku Rajo Tuo, serta Tari Massal Putanden Batuah yang memukau para tamu undangan. Puncak kemeriahan ditutup dengan penampilan Tari Asyek Budero Ngisai oleh Anak Batino Dalam.
Bupati Kerinci, Monadi, turut menyampaikan apresiasi atas kemeriahan dan suksesnya penyelenggaraan puncak Kenduri Sko dan Mandi Balimau Tigo Luhah Semurup yang berlangsung khidmat dan penuh nilai budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat Tigo Luhah Semurup atas suksesnya penyelenggaraan Kenduri Sko yang berlangsung meriah dan sarat makna.
Menurutnya, Kenduri Sko merupakan bukti kuat bahwa masyarakat Kerinci tetap menjaga jati diri, adat istiadat, serta warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai adat Kerinci tetap terjaga, lestari, dan menjadi kebanggaan bersama.(Lan)





















