JAKARTA, Signalberita.com – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami Erupsi, pada Senin (14/09/2026). Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut tercatat mengalami tiga kali erupsi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa masyarakat di minta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
Larangan tersebut berlaku hingga radius 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi. Masyarakat juga di minta menjauhi kawasan sekitar 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Wilayah tersebut di nilai memiliki potensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Selain itu, aktivitas warga di kawasan yang berpotensi menjadi jalur aliran material vulkanik juga perlu di hindari. Masyarakat maupun pendaki di larang melakukan kegiatan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena terdapat risiko lontaran batu pijar.
Sigit menjelaskan, ancaman erupsi Gunung Semeru tidak hanya berasal dari kolom abu. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat bergerak mengikuti alur sungai maupun lembah.
Sejumlah aliran sungai yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak mengabaikan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru dan selalu mengikuti informasi serta arahan resmi dari pihak berwenang.
Kewaspadaan di perlukan karena kondisi Gunung Semeru dapat berubah sewaktu-waktu, terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas erupsi.(*)



















